bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar Gema Sholawat dan Pawai Lampion sebagai rangkaian kegiatan Festival Muharam dan Fesyar SAMARA 1448 Hijriah, yang dilepas dari depan Pendopo Raden Bagus Assra Bondowoso ini, diikuti ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, Selasa (16/06/2026).
Kegiatan ini merupakan perpaduan antara suasana religius yang kental dan gemerlap lampion yang menghiasi jalanan Kota Bondowoso sukses menghadirkan syiar Islam yang sarat akan makna, kedamaian, serta semangat kebersamaan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 37 lembaga pendidikan, mulai dari tingkat SD, MI, SMP, MTs, SMA, hingga SMK di seluruh penjuru Kabupaten Bondowoso.
Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i, S.E., Sekretaris Daerah Dr. Fathur Rozi, M.Fil.I, jajaran Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, Inspektur, Sekretaris Dewan, jajaran Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian, hingga Camat se-Kabupaten Bondowoso. Turut hadir pula perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Bondowoso-Situbondo, para kepala sekolah, guru pendamping, serta ribuan pelajar yang memadati area acara.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i, S.E. menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas antusiasme luar biasa dari para pelajar dan seluruh elemen pendidikan yang terlibat. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi besar daerah dan tema utama Festival Muharam tahun ini, yaitu "Semarak Muharam dan Penguatan Ekonomi Syariah Menuju Bondowoso Berkah".
Menurut Wabup, lantunan sholawat yang dibawakan secara serempak oleh para pelajar bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi sarana krusial untuk memperkuat nilai spiritual dan membangun fondasi karakter generasi muda di Bondowoso.
Melalui gema sholawat ini, kita menghidupkan syiar Islam dengan penuh kegembiraan, persatuan, dan kebersamaan. Ini menjadi fondasi spiritual yang kuat bagi generasi muda untuk mewujudkan masyarakat Bondowoso yang adil, jujur, dan penuh keberkahan," ujar Wakil Bupati.
Lebih lanjut, pihaknya memaparkan makna mendalam di balik pawai lampion yang mengiringi acara tersebut. Secara filosofis, cahaya lampion yang bergerak menyusuri jalanan kota diibaratkan sebagai simbol cahaya iman, ilmu pengetahuan, harapan, serta manifestasi dari semangat kolektif untuk membangun masa depan daerah yang lebih cerah.
Di era modern, tantangan pemuda kian kompleks. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso memandang aspek moral generasi muda harus terus dibentengi dan diperkuat, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi dan keterbukaan informasi. Kegiatan positif berbasis keagamaan dan kebudayaan seperti ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antarpelajar, sekaligus menumbuhkan optimisme kolektif menuju Bondowoso yang maju, sejahtera, religius, dan beradab.
Sebelum melepas peserta pawai, Wakil Bupati juga menitipkan pesan penting kepada seluruh peserta, guru, dan penonton yang hadir untuk bersama-sama menjaga ketertiban umum, keamanan, kebersihan lingkungan, serta tetap menjunjung tinggi kesantunan khas masyarakat Bondowoso selama mengikuti seluruh tahapan acara.
Secara resmi, Wakil Bupati kemudian membuka dan melepas langsung jalannya "Gema Sholawat Pelajar dengan Lampion dalam rangka Festival Muharam 1448 Hijriah".
Seiring dengan dimulainya pawai, gemerlap cahaya lampion yang dibawa beriringan oleh para siswa-siswi ini menjadi simbol kokohnya semangat dan harapan baru. Momentum ini sekaligus mempertegas komitmen berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan berdaya saing global, tetapi juga memiliki akar religiusitas dan karakter akhlakul karimah yang kuat.
Tulis Komentar