bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso membuktikan bahwa derap langkah transformasi digital di wilayahnya tidak hanya berfokus pada kecanggihan sistem, melainkan juga berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang nyata. Komitmen ini diwujudkan melalui gelaran bakti sosial Khitan Massal Modern yang dilaksanakan di Pendopo Raden Bagus Assra pada Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 50 anak dari berbagai wilayah di Bondowoso ini menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian agenda besar Bondowoso Digital Days (BDD) 2026. Melalui integrasi program ini, Pemkab Bondowoso ingin menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi harus bermuara pada kesejahteraan dan pelayanan langsung yang dirasakan oleh masyarakat luas.
Hadir memantau langsung jalannya kegiatan, Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi’i, S.E., bersama jajaran pejabat daerah lainnya, termasuk Staf Ahli Bupati, Asisten I Sekretariat Daerah, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso, serta Ketua Baznas Kabupaten Bondowoso.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa esensi dari Bondowoso Digital Days bukan sekadar memamerkan inovasi di bidang teknologi informasi, melainkan bagaimana dampak positifnya bisa menyentuh seluruh lapisan sosial masyarakat.
Khitanan massal merupakan salah satu bagian dari Bondowoso Digital Days Tahun 2026. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dan digitalisasi di Bondowoso harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial yang nyata.
Lebih lanjut, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu menyukseskan kegiatan ini. Kerja sama lintas sektor ini dinilai menjadi kunci utama keberhasilan implementasi program di lapangan.
Pihaknya sangat mengapresiasi kolaborasi yang solid ini, khususnya kepada Bapenda Bondowoso selaku penyelenggara utama BDD, Baznas Kabupaten Bondowoso, Klinik Al Fatih, serta seluruh elemen pendukung yang terlibat. Sinergi antarlembaga ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi yang kuat mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membantu sesama.
Di hadapan para peserta, Wakil Bupati juga menyempatkan diri untuk berinteraksi langsung guna memberikan motivasi moral. Ia berpesan agar momen khitanan ini dijadikan sebagai langkah awal yang positif menuju kedewasaan, serta memicu kesadaran anak-anak untuk senantiasa menjaga kesehatan jasmani dan kesucian dalam beribadah sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Bapenda Bondowoso, Slamet Yantoko, S.Sos., M.M., dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan khitan massal ini merupakan agenda yang rutin dilaksanakan di Pendopo Raden Bagus Assra dan selalu mendapatkan respons serta antusiasme yang luar biasa dari warga setempat.
Penerapan digitalisasi dalam BDD 2026 juga tercermin langsung dalam tata kelola administrasi khitan massal ini. Slamet mengungkapkan bahwa pada tahun ini, kuota peserta dibatasi sebanyak 50 anak, dimana seluruh proses pendaftarannya dilakukan secara mandiri dan transparan secara daring (online) melalui tautan resmi yang disediakan oleh Klinik Al Fatih. Sistem ini diterapkan untuk memastikan keadilan bagi masyarakat tanpa adanya intervensi atau jalur khusus.
Seluruh pembiayaan untuk kegiatan khitan massal modern ini didukung penuh oleh Baznas Kabupaten Bondowoso dan Klinik Al Fatih. Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses dan menikmati layanan kesehatan ini secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Melalui kesuksesan agenda ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap program-program berbasis sosial-kemasyarakatan seperti ini dapat terus berkelanjutan. Hal ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempertegas fungsi kepedulian sosial, sekaligus menghadirkan dampak positif yang konkret dari gaung pelaksanaan Bondowoso Digital Days 2026.
Tulis Komentar