bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Merealisasikan langkah strategis untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional serta memastikan stabilitas harga komoditas strategis di tingkat daerah, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan melaksanakan kunjungan kerja komprehensif ke Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pada Jumat, (18/07/2026).
Kunjungan ini wujud nyata kehadiran pemerintah pusat di tengah masyarakat untuk memantau langsung dinamika lapangan, memetakan hambatan distribusi, dan menyerap aspirasi warga terkait ketersediaan serta keterjangkauan kebutuhan pokok sehari-hari.
Kedatangan Menko Bidang Pangan disambut hangat oleh Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., bersama Wakil Bupati, As'ad Yahya Syafi'i, S.E., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bondowoso. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini menjadi titik tolak penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor demi mewujudkan stabilitas pangan yang berkelanjutan.
Fokus utama kunjungan ini diletakkan pada pengawasan ketat terhadap distribusi sarana produksi pertanian dan pemantauan harga di pasar-pasar lokal. Saat meninjau langsung distribusi pupuk di wilayah tersebut, Menko Bidang Pangan menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin bahwa pupuk bersubsidi harus tersalurkan secara tepat sasaran dan tepat waktu. Hal ini dipandang krusial guna menjaga produktivitas pertanian nasional yang menjadi jantung kehidupan masyarakat Bondowoso. Tak berhenti di sektor produksi, rombongan juga meninjau pelaksanaan pasar murah yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Menko memberikan apresiasi tinggi terhadap efektivitas operasi pasar tersebut dalam menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok.
Di sela-sela kepadatan agenda formal, Menko Bidang Pangan menunjukkan kepedulian sosialnya dengan berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Islam Poncogati, Kecamatan Curahdami. Di sana, dilakukan penyaluran bantuan beras dalam program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi santri dan masyarakat sekitar pondok pesantren dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas.
Rangkaian kunjungan kerja kemudian ditutup dengan peninjauan ke Pabrik Rokok 88 di Kecamatan Tamanan. Kunjungan ini menegaskan perhatian pemerintah terhadap sektor industri hasil tembakau yang selama ini menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bondowoso. Melalui dialog langsung dengan pihak manajemen dan tenaga kerja, Menko berupaya membedah tantangan industri di lapangan sekaligus mendorong penguatan ekosistem ekonomi daerah agar lebih tangguh dan berdaya saing.
Menyambut rangkaian kunjungan tersebut, Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., menyampaikan rasa optimisnya. Ia menilai kehadiran Menko Bidang Pangan sebagai sinyal positif bagi penguatan kolaborasi pusat dan daerah. "Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Bapak Menko Bidang Pangan. Kunjungan ini memberikan dorongan moral sekaligus arahan teknis bagi kami di daerah untuk terus konsisten menjaga ketersediaan pangan, menstabilkan harga, serta memacu produktivitas ekonomi masyarakat Bondowoso," pungkas Bupati.
Kunjungan kerja ini pada akhirnya menjadi penegasan atas komitmen pemerintah dalam memastikan setiap kebijakan pangan dan ekonomi tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok daerah, demi mewujudkan visi ketahanan pangan nasional yang mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Tulis Komentar