bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso secara resmi membuka gelaran Festival Ramadhan 1447 Hijriah dengan mengusung tema besar “Ramadhan Berkah, UMKM Berdaya.” Perhelatan tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai dari 18 Februari hingga 18 Maret 2026, di Alun-alun Raden Bagus Assra Bondowoso.
Acara dibuka secara simbolis oleh Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., dengan didampingi jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I, Ketua Tim Penggerak PKK, serta jajaran pejabat eselon di lingkungan Pemkab Bondowoso.
Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan bahwa Festival Ramadhan tahun ini memiliki nilai historis dan emosional tersendiri. Pasalnya, kegiatan ini bertepatan dengan satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati dalam menahkodai Kabupaten Bondowoso.
Bupati menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan rutin atau seremonial belaka. Ia memposisikan acara ini sebagai trigger atau pemicu strategis untuk memperkuat ekosistem UMKM di Bondowoso.
Pihaknya ingin UMKM kita naik kelas. Melalui festival ini, kami menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, perluasan jejaring pemasaran, serta kepatuhan terhadap standar industri, sertifikasi halal, dan kesehatan. Ini adalah syarat mutlak agar produk lokal kita mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
Salah satu poin krusial yang disampaikan Bupati adalah rencana strategis pembukaan Torasera (Toko Rakyat Serba Ada). Jika rencana ini terealisasi, Bondowoso berpotensi mencatatkan sejarah sebagai pemerintah kabupaten pertama di Indonesia yang mengoperasikan Torasera.
Langkah besar ini telah mendapatkan dukungan penuh dari berbagai instansi pusat. Kementerian Koperasi, Bank Indonesia, hingga LPDB Kementerian Koperasi telah menyatakan kesiapannya untuk mengawal dari sisi inkubasi bisnis, perluasan jejaring, hingga penyediaan skema pembiayaan berbunga rendah yang sangat kompetitif, yakni di kisaran 2-3 persen per tahun.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto, menjelaskan bahwa antusiasme pelaku usaha tahun ini sangat luar biasa. Tercatat sekitar 300 pelaku UMKM berpartisipasi, mencakup sektor kuliner, kerajinan tangan (craft), hingga fesyen.
Dibuka setiap hari pukul 15.00 hingga 22.00 WIB, festival ini menawarkan pengalaman lengkap bagi pengunjung diantaranya Bazar Produk Unggulan, Sentra takjil dan produk kreatif UMKM, Panggung Budaya yang Menampilkan kreativitas pelajar dari 63 sekolah (SD hingga MA), Kolaborasi Seni berupa Pameran lukisan lintas daerah yang melibatkan seniman dari Bondowoso, Jember, dan Lumajang, termasuk Pelayanan Terpadu diantaranya layanan administrasi kependudukan (Dispendukcapil) serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi Masyarakat, dan juga Bursa Otomotif dengan Kehadiran 25 showroom lokal dalam unit bursa mobil.
Berdasarkan catatan statistik tahun lalu, Festival Ramadhan terbukti menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang efektif dengan meningkatkan omzet UMKM sebesar 30 persen dan total transaksi mencapai Rp6-7 miliar.
Melihat antusiasme dan persiapan yang lebih matang, Pemkab Bondowoso optimis total transaksi tahun ini mampu menembus angka Rp10 miliar. Bersamaan dengan itu, Diskoperindag juga melakukan pemutakhiran data UMKM secara real-time sebagai basis kebijakan pembinaan di masa depan.
Melalui Festival Ramadhan 1447 H, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap dapat mewujudkan harmoni antara nilai-nilai religiusitas dengan produktivitas ekonomi, sekaligus memperkuat citra Bondowoso sebagai daerah yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
Tulis Komentar