bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Dr. Fathur Rozi, M.Fil.I, secara resmi membuka agenda Pelatihan Petugas Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) dan Survei Ekonomi Rumah Tangga Triwulanan (SERUTI) Tahun 2026 di Hall Bougenvile, Ijen View Hotel, pada Kamis (15/01/2026).
Dalam sambutannya di hadapan puluhan calon petugas, Dr. Fathur Rozi menyampaikan bahwa SUSENAS dan SERUTI bukan sekadar rutinitas statistik tahunan, melainkan instrumen krusial dalam menentukan arah pembangunan daerah. Pihaknya menjelaskan, bahwa data yang dihasilkan dari survei ini akan menjadi rujukan utama pemerintah pusat maupun daerah dalam memotret kondisi sosial ekonomi masyarakat yang paling mutakhir.
“Data yang dikumpulkan oleh rekan-rekan petugas di lapangan adalah 'kompas' bagi kami di jajaran pemerintahan. Dari sini kita bisa melihat potret nyata angka kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat atau Gini Ratio. Jika datanya akurat, maka intervensi kebijakan yang kita ambil pun akan tepat sasaran”.
Sekda menekankan bahwa keberhasilan pembangunan di Kabupaten Bondowoso sangat bergantung pada kejujuran data. Oleh karena itu, beliau berpesan kepada para petugas agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh demi memahami metodologi survei secara mendalam sebelum terjun ke lapangan.
Persiapan Menuju Pendataan Maret 2026 Pelatihan ini dijadwalkan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan sebagai pembekalan teknis bagi 77 orang petugas terpilih. Para petugas ini nantinya akan memikul tanggung jawab besar saat diterjunkan langsung ke rumah tangga sampel yang tersebar di wilayah Kabupaten Bondowoso pada bulan Maret mendatang.
Di tempat yang sama, pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bondowoso turut memberikan imbauan kepada masyarakat. BPS berharap agar masyarakat yang terpilih menjadi sampel dapat memberikan dukungan penuh terhadap kesuksesan survei ini, dimohon agar menerima kedatangan petugas kami dengan baik. “Kami sangat mengharapkan jawaban yang sejujur-jujurnya sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Partisipasi jujur dari masyarakat adalah sumbangsih nyata demi pembangunan Bondowoso yang lebih baik dan lebih sejahtera,” ungkap perwakilan BPS.
Melalui sinergi antara petugas yang profesional dan masyarakat yang kooperatif, Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimistis data sosial ekonomi tahun 2026 dapat tersaji dengan valid, sehingga dapat digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial di seluruh lapisan masyarakat.
Tulis Komentar