bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Sektor pendidikan menjadi pilar utama dalam mencetak generasi masa depan yang berkualitas di Kabupaten Bondowoso. Sebagai langkah awal untuk memperkuat fondasi tersebut, Bupati Bondowoso, Dr. H. Abd. Hamid Wahid, M.Ag., memimpin langsung audiensi penyelarasan program kerja Dewan Pendidikan Kabupaten Bondowoso masa bakti 2026–2031 yang berlangsung di Pendopo Raden Bagus Assra, Senin (02/03/2026).
Didampingi oleh Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, S.E., Sekretaris Daerah, Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I, dan Kepala Dinas Pendidikan, Taufan Restuanto, S.Pd., M.Si., Bupati menyambut hangat jajaran pengurus baru Dewan Pendidikan. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni perkenalan, melainkan menjadi forum strategis untuk mengonsolidasikan visi dan menyamakan persepsi demi arah kebijakan pendidikan lima tahun ke depan.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa Dewan Pendidikan memiliki peran krusial sebagai mitra strategis pemerintah. Ia menekankan agar program kerja yang disusun tidak terjebak dalam rutinitas administratif semata, namun harus mampu menjawab tantangan riil di lapangan.
Program kerja Dewan Pendidikan harus selaras dengan visi-misi pemerintah daerah, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Saya berharap pengurus baru mampu menghadirkan inovasi dan solusi konkret atas berbagai dinamika pendidikan di Bondowoso.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya keterbukaan komunikasi. Kehadiran Sekretaris Daerah dalam audiensi ini pun mempertegas dukungan administratif dan struktural pemerintah terhadap eksistensi Dewan Pendidikan.
Kepala Dinas Pendidkan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto.S.pd MSi mengatakan, beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam audiensi ini diantaranya, Penyelarasan Program untuk Memastikan setiap rencana aksi Dewan Pendidikan beriringan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Inovasi Pendidikan dengan Mendorong terciptanya terobosan baru dalam metode pengawasan dan pemberian pertimbangan kebijakan pendidikan. Penguatan Karakter yng berfokus pada pembangunan moralitas dan akhlak sebagai landasan intelektualitas generasi muda Bondowoso.
Terbentuknya kepengurusan Dewan Pendidikan masa bakti 2026–2031 ini diharapkan menjadi energi baru bagi dunia pendidikan di "Kota Tape". Dengan komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan, pemerintah meyakini bahwa pembangunan pendidikan akan semakin terarah, terukur, dan berdampak nyata.
Kuncinya adalah sinergi. Jika koordinasi antara pemerintah daerah dan Dewan Pendidikan berjalan kuat, maka akselerasi kemajuan pendidikan bagi generasi muda kita bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang bisa kita wujudkan bersama.
Tulis Komentar