bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan perlindungan sosial bagi masyarakat, khususnya para pekerja di sektor pertembakauan. Hal ini ditegaskan langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Safi'i, S.E., saat memimpin langsung kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026, di Pabrik Rokok Cahaya Bukit Suka, Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin, Rabu (17/06/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati hadir dengan didampingi oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bondowoso, guna memastikan proses distribusi bantuan berjalan dengan aman, lancar, dan tepat sasaran.
Dalam keterangannya Wakil Bupati As'ad Yahya Safi'i menegaskan bahwa program BLT DBHCHT ini merupakan manifestasi konkret dari kebijakan pemerintah daerah dalam mengembalikan manfaat pajak cukai kepada masyarakat. Dana bagi hasil tersebut dialokasikan secara strategis guna meringankan beban ekonomi keluarga yang menggantungkan hidupnya pada industri tembakau.
Program BLT DBHCHT ini adalah bentuk komitmen kuat kami di jajaran pemerintahan untuk memanfaatkan dana bagi hasil cukai secara optimal dan tepat guna. Kita tahu, sektor pertembakauan adalah salah satu pilar ekonomi di Bondowoso, dan para pekerjanya wajib mendapatkan perlindungan serta perhatian khusus, terutama dalam situasi ekonomi saat ini.
Pada tahun anggaran 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengalokasikan bantuan sosial tersebut kepada total 7.179 penerima manfaat. Angka tersebut mencakup para buruh pabrik rokok yang masih aktif bekerja, hingga para pekerja sektor tembakau yang terdampak oleh Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) berhak menerima bantuan sebesar Rp600.000 untuk alokasi dua bulan, dengan rincian Rp300.000 per bulannya. Untuk mempermudah akses dan memangkas birokrasi, pemkab menggandeng PT Pos Indonesia guna menyalurkan bantuan secara langsung di lokasi masing-masing pabrik rokok tempat para buruh bekerja.
Wakil Bupati juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh pihak yang terlibat agar proses penyaluran ini dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi dan ketertiban. Pihaknya menekankan, tidak boleh ada pemotongan dalam bentuk apa pun dan dengan alasan apa pun. Bantuan harus sampai ke tangan yang berhak secara utuh,. Pihaknya berharap stimulus ekonomi ini mampu menjadi bantalan sosial yang kuat dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga para buruh.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso, dr. Muhammad Imron, memberikan rincian teknis terkait jalannya distribusi bantuan. Ia menjelaskan bahwa penyaluran yang dilakukan saat ini merupakan tahap pertama di tahun 2026.
Untuk tahap pertama ini, cakupan wilayah distribusi kami menjangkau 7.179 penerima yang tersebar di 29 pabrik rokok dan gudang penyimpanan tembakau di seluruh wilayah Kabupaten Bondowoso. Kerja sama dengan PT Pos Indonesia ini terbukti sangat efektif karena mereka memiliki jaringan yang kuat hingga tingkat kecamatan, sehingga distribusi bisa dilakukan jemput bola langsung ke lokasi kerja buruh.
Senada dengan Wakil Bupati, dr. Imron kembali menggarisbawahi mengenai pengawasan ketat terhadap nominal bantuan. Ia mengimbau kepada seluruh buruh penerima manfaat maupun masyarakat luas untuk ikut serta melakukan pengawasan partisipatif.
Apabila di lapangan ditemukan adanya indikasi pemotongan atau pungutan liar, kami meminta masyarakat untuk tidak ragu dan segera melaporkannya kepada posko pengaduan resmi. Hak setiap penerima adalah Rp600.000 bersih, tanpa potongan.
Melalui keberlanjutan program BLT DBHCHT ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimistis dapat mendongkrak tingkat kesejahteraan para buruh pabrik dan pekerja gudang tembakau. Langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat jaring pengaman sosial kedepannya, sekaligus menjaga roda perekonomian daerah berbasis agraris dan industri pengolahan tembakau di Bondowoso tetap bergerak positif.
Tulis Komentar