bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Kehadiran pemerintah dalam membuka akses masyarakat di wilayah pelosok kembali dirasakan warga Kabupaten Bondowoso. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara daring meluncurkan program pembangunan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih secara serentak di berbagai daerah, Kamis (13/08/2026).
Di Kabupaten Bondowoso, pelaksanaan program tersebut ditandai dengan peninjauan Jembatan Garuda di Sungai Gumuk, Desa Tanggulangin, Kecamatan Tegalampel, serta pembangunan sumur bor di Desa Ramban Wetan, Kecamatan Cermee, dan Desa Taman, Kecamatan Grujugan.
Kegiatan di Desa Tanggulangin dihadiri Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Safi’i, S.E., Ketua DPRD Bondowoso H. Achmad Dhafir, S.H., M.H., Komandan Kodim 0822 Letkol Inf Prawito, perwakilan Kejaksaan Negeri, Kalaksa BPBD, perwakilan Perhutani Bondowoso, Camat Tegalampel, serta Kepala Desa Tanggulangin.
Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Safi’i menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pembangunan infrastruktur penghubung antarkawasan.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, terutama warga yang tinggal di wilayah pelosok. Keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat dukungan pemerintah pusat menjadi penting untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan infrastruktur masyarakat.
Wabup juga menilai penentuan lokasi pembangunan telah melalui koordinasi dengan pemerintah daerah sehingga program yang dilaksanakan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat sasaran.
Pihaknya berpesan agar masyarakat turut menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun. Selain menjaga kondisi fisik jembatan, masyarakat juga diminta memperhatikan kapasitas tonase kendaraan agar infrastruktur tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.
Komandan Kodim 0822 Bondowoso Letkol Inf Prawito menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program unggulan pemerintah yang dilaksanakan secara gotong royong bersama masyarakat.
Di Bondowoso, terdapat 12 titik pembangunan jembatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak tujuh titik telah selesai 100 persen, sementara lima titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Tujuh jembatan yang telah rampung antara lain berada di Gading Sari, Sumber Salak, Sukowirjo, Gayam, Tanggulangin, dan Sucolor serta sejumlah titik lainnya dalam tahapan program pembangunan.
DiHarapkan akhir bulan ini atau bulan depan seluruhnya bisa selesai, sehingga dapat melanjutkan mencari titik baru untuk membangun akses masyarakat.
Program tersebut juga memberikan dampak lebih luas karena terdapat jembatan yang berfungsi menghubungkan wilayah Bondowoso dengan kabupaten tetangga. Jembatan di Gading Sari menghubungkan wilayah Bondowoso dengan Situbondo, sementara Jembatan Sucolor menjadi akses penghubung Bondowoso dengan Jember.
Selain pembangunan jembatan, program penyediaan air bersih juga menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Dari lima titik yang diusulkan melalui koordinasi bersama pemerintah daerah, kecamatan dan desa, dua titik telah selesai dikerjakan, yakni di wilayah Ramban Wetan dan Grujugan.
Kedua lokasi tersebut merupakan wilayah yang menghadapi persoalan keterbatasan sumber air sehingga pembangunan sumur bor diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pihaknya juga terus berkoordinasi untuk mengusulkan tambahan titik air bersih, terutama bagi wilayah yang mengalami kekeringan.
Membuka Akses Ekonomi Masyarakat Jembatan Garuda di Desa Tanggulangin dibangun dalam waktu kurang lebih dua bulan. Infrastruktur tersebut menggantikan fungsi jembatan lama yang masih berbahan sederhana dan selama ini hanya dapat digunakan secara terbatas.
Tulis Komentar