bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus berkomitmen memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan sejak dini. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., saat menghadiri Peringatan Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 sekaligus Implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) yang berlangsung semarak di SMAN 1 Bondowoso, Kamis (13/08/2026).
Kegiatan kolaboratif yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini turut dihadiri jajaran Forkopimda/OPD, jajaran manajemen Bank Jatim, pimpinan OJK Jember, para kepala sekolah, serta ratusan siswa SMAN 1 Bondowoso yang antusias mengikuti jalannya edukasi literasi finansial.
Mengawali rangkaian sambutan, Senior Executive Vice President (SEVP) Network & Digital Bank Jatim, Glemboh Priyambodo, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin erat dengan Pemkab Bondowoso dan OJK. Dalam sambutan yang dibuka dan ditutup dengan pantun khasnya, Glemboh menekankan bahwa kesuksesan besar selalu diawali dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang konsisten.
Sesuatu yang besar selalu dimulai dari sesuatu yang kecil. Kopi dimulai dari biji, tape dimulai dari singkong, dan masa depan yang besar dimulai dari kebiasaan kecil untuk menabung.
Pihaknya menambahkan, tema Peringatan Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 yakni "Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan" menjadi sangat relevan dengan dinamika kehidupan remaja saat ini. Menurutnya, digitalisasi membuat ruang belajar, komunikasi, hiburan, hingga transaksi keuangan berada dalam satu genggaman gawai.
Oleh karena itu, generasi muda harus dibekali pemahaman finansial yang kuat agar terlindung dari berbagai risiko transaksi digital, Generasi muda yang melek finansial, melek digital, dan waspada harus dibangun. Jangan sampai karena salah satu klik, uang yang dikumpulkan berbulan-bulan hilang dalam hitungan detik akibat terjebak pinjaman online ilegal maupun penipuan digital.
Melalui program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar), Bank Jatim berkomitmen mendampingi para siswa di Bondowoso agar memiliki satu rekening tabungan resmi yang dapat memfasilitasi kemandirian ekonomi mereka di masa depan.
Sementara itu, Kepala OJK Jember, Aris Budiman, menggarisbawahi bahwa peringatan Hari Indonesia Menabung yang rutin dirayakan bukan sekadar agenda seremonial tahunan atau formalitas pembukaan rekening. Lebih dari itu, momentum ini bertujuan membangun tradisi dan karakter positif pada diri siswa.
Menabung itu membangun tradisi dan tiga kebiasaan baik: kedisiplinan menyisihkan uang jajan, kesabaran menahan diri dari konsumsi yang tidak perlu, serta kemampuan memilah prioritas antara kebutuhan dan sekadar keinginan.
Aris juga memaparkan data Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK Tahun 2026. Data menunjukkan bahwa indeks inklusi keuangan nasional telah mencapai 93,61%, sedangkan indeks literasi keuangan berada di angka 69,57%.
Artinya, dari 100 orang, ada sekitar 93 orang yang sudah bertransaksi keuangan, namun baru sekitar 70 orang yang benar-benar paham risiko dan tata kelolanya. Ada celah sekitar 20% masyarakat bertransaksi tanpa pemahaman memadai, yang memicu maraknya korban pinjol ilegal hingga kejahatan siber.
Melalui sinergi program KEJAR bersama Pemkab Bondowoso dan Bank Jatim, OJK berharap seluruh pelajar SMAN 1 Bondowoso dapat menjadi agen literasi yang cerdas dan berdaya saing.
Dalam sambutan utamanya, Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian OJK, Bank Jatim, dan LPS yang konsisten mengedukasi sektor pendidikan di Kabupaten Bondowoso.
Bupati menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan bagi kalangan pelajar selaras dengan agenda Pemkab Bondowoso dalam mencetak SDM berkualitas yang berdaya saing global.
Akses terhadap layanan keuangan digital saat ini sangat terbuka dan mudah. Namun, kemudahan tanpa literasi yang memadai justru berisiko memicu pola hidup konsumtif serta kerentanan terhadap tindak kejahatan finansial. Oleh karena itu, edukasi ini adalah benteng utama bagi anak-anak kita.
Bupati juga menekankan bahwa kebiasaan menyisihkan uang sejak dini merupakan instrumen penting pembentukan karakter mental kepemimpinan.
Menabung melatih kedisiplinan, melatih kepekaan mengatur prioritas, serta membentuk perencanaan masa depan yang terukur. Saya mengimbau kepada jajaran Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah agar edukasi keuangan ini diintegrasikan secara berkesinambungan.
Menutup arahannya, Bupati berpesan kepada para siswa SMAN 1 Bondowoso untuk memanfaatkan momentum Hari Indonesia Menabung sebagai pijakan awal membangun kemandirian finansial.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis buku rekening tabungan program KEJAR kepada perwakilan siswa SMAN 1 Bondowoso, dilanjutkan dengan sesi edukasi interaktif. Pemkab Bondowoso berharap kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, OJK, dunia perbankan, dan lembaga pendidikan dapat terus diperkuat guna mewujudkan masyarakat Bondowoso yang sejahtera, mandiri, dan inklusif secara finansial.
Tulis Komentar