bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Festival Dewi Cemara yang merupakan acara tahunan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang kali ini dilaksanakan di Kabupaten Bondowoso, menghadirkan sebuah sesi khusus bertajuk GeoTalk, sesi ini menghadirkan Tenaga Ahli Geologi Geopark Ijen, Doktor Firman Sauqi Nur Sabila, ST.,MT, dan Pengurus Harian Ijen Geopark Bondowoso sebagai pembicara utama, memperkaya festival dengan wawasan mendalam tentang potensi geologi dan pariwisata Bondowoso, Jumat, (22/08/2025).
GeoTalk dibuka dengan sambutan yang menekankan pentingnya sinergi antara kebudayaan dan konservasi alam. Para pembicara menjelaskan bagaimana Ijen Geopark tidak hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga sebuah kawasan warisan geologi global yang memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal secara berkelanjutan. Sesi ini berjalan interaktif, di mana para pembicara menguraikan secara lugas berbagai situs geologi yang tersebar di wilayah Bondowoso, mulai dari keberadaan batuan purba hingga fenomena alam yang unik.
Tenaga Ahli Geologi Geopark Ijen, dalam presentasinya, mengungkapkan bahwa Bondowoso memiliki kekayaan geologi yang luar biasa, yang sebagian besar masih belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat luas. Ia menekankan bahwa melalui edukasi seperti GeoTalk, kesadaran akan pentingnya menjaga warisan geologi dapat ditingkatkan. Geopark Ijen adalah rumah kita. Dengan memahami keunikan geologi didalamnya, kita akan lebih menghargai dan bertanggung jawab untuk melestarikannya.
Sementara itu, Pengurus Harian Ijen Geopark Bondowoso menyoroti langkah-langkah strategis yang sedang dan akan dilakukan untuk mengembangkan pariwisata berbasis geologi. Salah satu fokus utamanya adalah pemberdayaan masyarakat lokal untuk menjadi pemandu geowisata yang andal. PHIG berupaya agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi aktor utama dalam pengembangan geowisata. Mereka adalah ujung tombak yang akan mengenalkan keindahan Bondowoso kepada dunia. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan komunitas, adalah kunci utama untuk mencapai tujuan ini.
Sesi GeoTalk diakhiri dengan diskusi terbuka yang memicu antusiasme peserta. Banyak pertanyaan yang diajukan, mulai dari cara masyarakat bisa terlibat langsung dalam program Geopark hingga potensi pengembangan ekonomi kreatif yang terinspirasi dari kekayaan geologi Bondowoso. Kehadiran GeoTalk di tengah semaraknya Festival Dewi Cemara membuktikan bahwa perpaduan antara seni budaya, pariwisata, dan edukasi lingkungan dapat menciptakan sinergi yang kuat. Acara ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid untuk terus menjajaki kolaborasi berkelanjutan demi kemajuan Bondowoso.
Tulis Komentar