bondowosokab.go.id, BONDOWOSO -Jajaran Pemerintah Kabupaten Bondowoso menyambut kunjungan kerja Pangdam V/Brawijaya, dalam rangka penguatan infrastruktur pertahanan dan akselerasi pembangunan daerah di wilayah teritorial Kodim 0822/Bondowoso, Selasa, (02/06/2026).
Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’I, S.E., hadir secara langsung mendampingi Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, dalam serangkaian peninjauan lapangan yang krusial bagi masa depan strategis Kabupaten Bondowoso. Turut hadir pula dalam rombongan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I, Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Bondowoso.
Agenda utama kunjungan diawali dengan peninjauan Lahan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) yang berlokasi di Kluncing, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan teknis dan administratif lahan seluas 51 hektare milik Perhutani yang diproyeksikan menjadi markas Yonif TP.
Pangdam V/Brawijaya menegaskan bahwa kehadiran Yonif TP bukan sekadar penambahan kekuatan militer, melainkan sebuah instrumen pembangunan terpadu. Kehadiran satuan ini membawa manfaat strategis, antara lain Penguatan Pertahanan Wilayah dengan Meningkatkan stabilitas keamanan di titik strategis Bondowoso, Pembinaan Teritorial dengan Mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui pendekatan humanis, serta Ketahanan Pangan melalui pengelolaan lahan secara produktif untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan, sejalan dengan program prioritas nasional, termasuk Pembangunan Terpadu dengan mendorong pemerataan infrastruktur dan ekonomi di wilayah pedesaan.
Setelah meninjau lahan di Sumber Wringin, rombongan melanjutkan agenda ke Desa Gadingsari, Kecamatan Pakem, untuk meninjau progres pembangunan Jembatan Garuda. Jembatan permanen berbahan beton ini merupakan program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Selama kurang lebih 60 tahun, warga Desa Gadingsari hanya bergantung pada akses jembatan bambu dan kayu hasil swadaya masyarakat yang rentan terhadap cuaca dan risiko keselamatan. Pembangunan Jembatan Garuda ini menjadi bukti konkret kehadiran negara dalam membuka aksesibilitas bagi wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
Pembangunan ini adalah bentuk nyata sinergi antara TNI, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah. Kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi wilayah di Bondowoso yang terisolir secara ekonomi maupun social.
Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’I menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kodam V/Brawijaya atas atensi besar yang diberikan kepada Kabupaten Bondowoso. Pemerintah Kabupaten berkomitmen untuk terus mendukung penuh, baik dari sisi regulasi maupun koordinasi kewilayahan, agar proyek pembangunan Yonif TP dan infrastruktur jembatan dapat selesai tepat waktu dan segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Kunjungan kerja ini diakhiri dengan diskusi koordinatif bersama jajaran FORKOPIMDA untuk memetakan langkah-langkah strategis selanjutnya guna menjaga kondusivitas wilayah seiring dengan dimulainya proyek-proyek besar tersebut.
Tulis Komentar