bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., bergerak cepat merespons bencana infrastruktur yang melanda wilayahnya. Didampingi Wakil Bupati As’ad Yahya Safi’i, S.E., Bupati meninjau langsung tiga titik jembatan yang mengalami kerusakan parah akibat terjangan hujan deras, Selasa (31/3/2026).
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Bondowoso pada Senin (30/3) mengakibatkan struktur jembatan di dua kecamatan mengalami retak hingga ambles total. Lokasi terdampak meliputi Desa Sempol dan Desa Tarum di Kecamatan Prajekan, serta Desa Klekean di Kecamatan Botolinggo.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa pemerintah daerah menempatkan pemulihan aksesibilitas warga sebagai prioritas utama. Beliau menginstruksikan jajaran terkait untuk segera melakukan langkah-langkah taktis.
Pemerintah daerah akan segera melakukan penanganan darurat agar jembatan dapat kembali digunakan oleh masyarakat, meskipun saat ini bersifat sementara. Yang terpenting, konektivitas antar-desa tidak terputus total.
Bupati menjelaskan skema pembiayaan untuk perbaikan permanen, Skema Jangka Pendek, penanganan darurat menggunakan pos anggaran siap pakai. Skema Jangka Menengah dengan perencanaan pembangunan permanen diusulkan melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun 2026. Skema Jangka Panjang, jika kapasitas anggaran tahun ini belum mencukupi, pembangunan akan diprioritaskan pada Anggaran Induk Tahun 2027.
Kondisi paling memprihatinkan terlihat di Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, dimana jembatan utama ambles total. Jembatan ini merupakan urat nadi bagi siswa SDN Bandilan 3, SDN Bandilan 4, dan SDN Bandilan 5, serta akses vital bagi warga Dusun Somporan menuju Dusun Taman Arum, Desa Bandilan.
Akibat kerusakan ini, aktivitas ekonomi dan mobilitas warga terhambat sangat signifikan. Meski terdapat jalur alternatif, masyarakat terpaksa menempuh jarak yang jauh lebih jauh untuk mencapai tujuan mereka.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh cuaca ekstrem di masa pancaroba. "Debit air sungai meningkat drastis hingga menggerus pondasi jembatan. Namun, kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam rentetan peristiwa ini".
Dalam kunjungan ini, Bupati didampingi oleh jajaran Kepala Dinas Bina Marga, SDA, dan Bina Konstruksi (BSBK), Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Pendidikan, Camat Prajekan dan Camat Botolinggo.
Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, pemerintah desa, dan pihak kecamatan telah menyelesaikan asesmen di lokasi. Sebagai langkah pengamanan, petugas telah memasang safety line di kedua sisi jembatan untuk mencegah warga melintas di area yang rawan runtuh susulan.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim pancaroba dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Tulis Komentar