bondowowokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat pengembangan usaha masyarakat. Langkah strategis ini diwujudkan melalui sinergi dalam penyelenggaraan kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar Tahun 2026 sekaligus Kick Off Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026, di Ijen View Hotel & Restaurant pada Kamis (21/5/2026).
Agenda besar ini merupakan bagian integral dari implementasi program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan yang berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha ultra mikro dan masyarakat ini dihadiri langsung oleh Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., Plt Asisten II, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Kepala OJK Jember Aris Budiman, serta Kepala PT PNM Cabang Jember.
Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso menegaskan bahwa peningkatan kapasitas usaha menjadi langkah krusial dalam mendorong hilirisasi produk-produk unggulan daerah. Melalui penguatan kapasitas ini, diharapkan komoditas lokal mampu memiliki nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Bondowoso.
Program peningkatan kapasitas usaha ini menjadi bagian dari upaya kita mendorong hilirisasi produk daerah agar mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa pelatihan dan pembinaan yang diberikan kepada para peserta tidak hanya bertujuan memperkuat kemampuan manajerial pelaku usaha semata. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat secara inklusif. Dengan pemahaman keuangan yang baik, para pelaku usaha mikro diharapkan mampu mengelola modal dan mengembangkan bisnis mereka secara lebih luas, mandiri, dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi nyata PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). Program tersebut dinilai telah memberikan dampak positif yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil, khususnya para pelaku usaha ultra mikro di wilayah Bondowoso.
Pihaknya menyebutkan bahwa Kabupaten Bondowoso memiliki sejumlah komoditas unggulan dengan potensi besar untuk terus dikembangkan. Salah satu yang menjadi fokus utama dan prioritas pemerintah daerah saat ini adalah sektor perkebunan kopi.
Kopi menjadi prioritas utama. Bersama OJK, pihak Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen penuh untuk merevitalisasi gerakan Bondowoso Republik Kopi agar produk lokal kita semakin memiliki daya saing yang kuat di pasar nasional maupun internasional.
Bupati juga menggarisbawahi bahwa kegiatan PKU Akbar dan Kick Off Bulan Literasi Keuangan ini bukan sekadar seremoni musiman. Agenda ini merupakan bagian berkelanjutan dari proses pendampingan usaha secara berkala yang telah berjalan di berbagai wilayah kecamatan dan desa di seluruh Kabupaten Bondowoso.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama stakeholder terkait berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem usaha masyarakat secara komprehensif. Penguatan tersebut mencakup kemudahan akses permodalan, peningkatan standar kualitas produk, percepatan sertifikasi halal, perbaikan kemasan (packaging), pemenuhan standar kesehatan, hingga perluasan akses pasar.
Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asli Bondowoso tidak hanya jago kandang, melainkan mampu menembus pasar yang jauh lebih luas. Oleh karena itu, kolaborasi strategis dengan para off-taker (penyerap produk) serta dukungan penetrasi pasar berskala industri akan terus diperkuat demi keberlanjutan ekonomi kerakyatan di Bondowoso.
Tulis Komentar