bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso menunjukkan komitmen serius dalam mengawal program prioritas nasional di bidang pemenuhan gizi masyarakat. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan silaturahmi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Bondowoso yang digelar di Wisma Wakil Bupati Bondowoso, Sabtu (07/03/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Safi’i, S.E., yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Satgas SPPG Bondowoso. Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi di lingkungan Pemkab Bondowoso, mulai dari para Asisten Sekretariat Daerah hingga kepala dinas lintas sektor, guna menyelaraskan langkah dalam mendukung program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Dalam laporannya, Wakil Bupati memaparkan perkembangan signifikan terkait infrastruktur pemenuhan gizi di wilayahnya. Berdasarkan data koordinasi wilayah, saat ini Kabupaten Bondowoso direncanakan memiliki total 111 unit SPPG.
69 unit SPPG telah resmi beroperasi, 52 unit lainnya sedang dalam tahap pembangunan, 25 unit telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dan 1 unit telah berhasil mendapatkan sertifikat halal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari koordinasi sekaligus persiapan kita dalam menyambut silaturahmi para Kepala SPPG se-Kabupaten Bondowoso. Mereka adalah mitra krusial dalam memastikan program pemenuhan gizi ini berjalan tepat sasaran di tengah masyarakat.
Lebih dari sekadar penyediaan makanan bergizi, Wabup As’ad menekankan bahwa keberadaan SPPG harus menjadi katalisator bagi perekonomian daerah. Ia menginstruksikan agar seluruh rantai pasok bahan baku melibatkan potensi lokal secara maksimal.
Kualitas bahan baku makanan harus dijaga ketat agar standar gizi anak didik terpenuhi secara optimal. Namun di sisi lain, saya ingin keberadaan SPPG memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar, terutama pelaku UMKM, petani, peternak, hingga toko-toko kecil di sekitar lokasi.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendorong agar pasokan bahan pangan tidak dimonopoli oleh segelintir pihak. Dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha lokal, perputaran ekonomi diharapkan dapat dirasakan secara merata oleh warga Bondowoso.
Wakil Bupati menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap kualitas layanan dan distribusi. Pemkab Bondowoso berharap sinergi antara pemerintah, SPPG, dan masyarakat dapat mewujudkan dua target utama: meningkatnya kualitas kesehatan generasi mendatang melalui gizi yang baik, serta bertumbuhnya ekonomi lokal yang inklusif.
Dengan persiapan matang ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimis program SPPG akan menjadi pilar penting dalam mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Ki Ronggo.
Tulis Komentar