bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat langkah strategis dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. Berbagai upaya konkret mulai dari pengembangan sektor unggulan, hilirisasi komoditas, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga penguatan konektivitas infrastruktur menjadi fokus utama pembenahan struktur ekonomi lokal.
Langkah percepatan tersebut dibahas secara komprehensif dalam Rapat Koordinasi Upaya Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bondowoso yang diselenggarakan di Gedung Sabha Bina Praja, Selasa (15/09/2026).
Forum strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., bersama Wakil Bupati As'ad Yahya Safi'i, S.E., dan Sekretaris Daerah Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I. Turut hadir jajaran Asisten, Staf Ahli Bupati, para Kepala Perangkat Daerah, serta Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso.
Dalam arahannya, Bupati Bondowoso menegaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam menjaga stabilitas dan memacu pertumbuhan ekonomi.
Pertemuan ini sangat penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan merumuskan langkah-langkah konkret dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Bupati menambahkan bahwa keberhasilan perekonomian tidak boleh hanya diukur dari angka-angka capaian statistik belaka, melainkan harus memberikan dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup.
Berdasarkan data resmi yang dipaparkan dalam rapat, perekonomian Kabupaten Bondowoso menunjukkan tren akselerasi yang sangat positif. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi daerah mencatatkan angka 5,32 persen, meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar 4,87 persen.
Momentum penguatan tersebut berlanjut signifikan pada triwulan II tahun 2026, pada Pertumbuhan Year on Year (yoy), Ekonomi Bondowoso tumbuh 5,83 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan Provinsi Jawa Timur (5,72 persen) dan capaian nasional (5,29 persen).
Selain itu, Pada Pertumbuhan Quarter to Quarter (q-to-q), Merekam lonjakan sebesar 13,40 persen dibandingkan triwulan I 2026., serta Prestasi Regional, Bondowoso mencatatkan diri sebagai satu-satunya kabupaten di wilayah Sekarkijang yang mengalami percepatan pertumbuhan secara konsisten dibandingkan triwulan sebelumnya.
Meskipun fondasi ekonomi dinilai kian solid, Pemkab Bondowoso tetap bersiap menghadapi sejumlah tantangan riil, seperti keterbatasan lapangan kerja, pemenuhan kompetensi tenaga kerja, penciptaan wirausaha baru, serta pemeliharaan daya beli masyarakat dan stabilitas harga. Untuk itu, kolaborasi erat antara Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjadi kunci keberhasilan utama.
Ketua TP2ED Bondowoso, Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I., menyampaikan bahwa Kabupaten Bondowoso memiliki deretan potensi unggulan yang siap dioptimalkan, mulai dari kopi Arabika Ijen-Raung, tembakau, hortikultura, pariwisata terintegrasi Ijen UNESCO Global Geopark, hingga produk olahan pangan berbasis UMKM.
Untuk mengurai tantangan berupa keterbatasan industri pengolahan, efisiensi rantai logistik, serta adaptasi teknologi digital, TP2ED merumuskan tiga pilar utama percepatan ekonomi daerah, Agroindustri dan Hilirisasi, dengan Mengubah komoditas mentah menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi dengan dukungan teknologi pascapanen modern. Pemberdayaan UMKM melalui penguatan daya saing usaha rakyat melalui permodalan, percepatan digitalisasi, serta pendampingan sertifikasi produk. Dan Penguatan Infrastruktur dan Konektivitas dengan Membuka akses distribusi logistik menuju pusat pasar guna memperlancar mobilitas barang dan jasa.
Kepala BPS Kabupaten Bondowoso, Mudji Setijo, SST., M.Si., memaparkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bondowoso atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 mencapai Rp8,23 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp4,65 triliun.
Pada Sektor / Komponen Ekonomi, dan Kontribusi terhadap PDRB, Sektor Pertanian, Kehutanan, & Perikanan sebanyak 31,26%, Sektor Industri Pengolahan, sebesar 23,68%, Sektor Perdagangan sebesar 14,73%, sehingga Total Akumulasi Tiga Sektor Utama, mencapai 69,67%, sedangkan Komponen Konsumsi Rumah Tangga (Sisi Pengeluaran), mencapai 71,30%.
Dukungan positif juga disampaikan perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, Setiyawan Adhi Nurilham, yang mengapresiasi kinerja ekonomi daerah. Ia menekankan pentingnya mendalami penopang utama pertumbuhan tersebut agar perumusan kebijakan lanjutan dapat menjaga ketahanan dan momentum ekspansi ekonomi secara berkelanjutan.
Melalui konsolidasi dan rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimistis seluruh indikator makroekonomi dapat diterjemahkan ke dalam program kerja konkret yang mampu memperluas lapangan kerja, memperkuat daya saing UMKM, dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh warga Bondowoso.
Tulis Komentar