bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Wakil Bupati Bondowoso sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bondowoso, As’ad Yahya Safi’i, S.E. memimpin Rapat Koordinasi Pimpinan Dan Kelembagaan di Command Center Pemkab Bondowoso pada Kamis (26/03/2026).
Pertemuan strategis ini difokuskan pada penguatan peran Pramuka dalam menjaga ketahanan lingkungan melalui aksi nyata yang berkelanjutan.
Dalam arahannya, Wabup As’ad menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar tugas seremonial, melainkan sebuah tanggung jawab moral yang harus dijalankan dengan prinsip gotong royong. Ia menggarisbawahi bahwa efektivitas perubahan lingkungan tidak selalu bergantung pada skala kegiatan yang besar, melainkan pada konsistensi dan keberlanjutan.
Meskipun langkah yang kita ambil kecil, jika dilakukan secara rutin dan istiqomah, dampaknya akan terasa sangat besar. Ini bukan soal seberapa luas area yang kita bersihkan dalam sehari, tapi soal seberapa konsisten kita menjaga lingkungan tersebut setiap waktu.
Wabup As’ad menginstruksikan agar kegiatan bersih-bersih ini dikemas secara inklusif dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari anggota Pramuka hingga masyarakat umum. Pihaknya menyarankan agar setiap hari Jumat dimanfaatkan sebagai momentum kerja bakti massal guna mempererat silaturahmi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi ruang publik.
Lebih dari sekadar aksi fisik, gerakan ini diharapkan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda, khususnya anggota Pramuka, untuk menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini. Dengan menjadi pelopor kebersihan, Pramuka diharapkan mampu menjadi contoh teladan (role model) bagi masyarakat luas.
Menanggapi dinamika di lapangan, Ketua Kwarcab Bondowoso ini juga menyoroti pentingnya penentuan skala prioritas dalam setiap aksi. Pihaknya meminta jajarannya untuk proaktif memetakan titik-titik yang sering menjadi aduan atau keluhan masyarakat terkait masalah sampah dan sanitasi, dengan Melakukan intervensi langsung pada lokasi-lokasi krusial, Memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan instansi terkait lainnya untuk penanganan area yang membutuhkan peralatan khusus.
Wabup menyampaikan visi jangka panjangnya agar gerakan bersih-bersih lingkungan ini bertransformasi menjadi budaya yang melekat di sanubari masyarakat Bondowoso.
Harapan besar kita adalah ke depan kegiatan ini bisa berjalan secara mandiri. Masyarakat tidak perlu lagi menunggu komando atau kendali dari tim tertentu, karena kesadaran menjaga lingkungan sudah menjadi gaya hidup dan bagian dari identitas warga Bondowoso.
Tulis Komentar