bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, S.E., secara resmi menutup rangkaian kegiatan Festival Kopi Nusantara ke-9 dan Tembakau 2026 di Alun-Alun Raden Bagus Asra, Jumat (04/09/2026).
Penutupan gelaran tahunan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mendorong hilirisasi produk komoditas unggulan daerah serta membangkitkan kembali kejayaan sektor perkebunan lokal.
Acara penutupan tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kadis Pertanian, Kadis Koperindag, Kadis Budparpora, Kasat Pol. PP, Kadis Lingkungan Hidup, Kadis Perhubungan Turut hadir pula Pimpinan Cabang Bank Jatim Bondowoso, Heru Widodo, yang mendukung terselenggaranya ajang bergengsi ini.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan festival yang menjadi wadah ekspresi dan kreasi masyarakat, khususnya generasi muda. Pihaknya menilai perhelatan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan bukti nyata kesiapan daerah untuk terus bergerak maju di tengah dinamisnya pembangunan.
Festival ini menjadi bukti kesiapan daerah untuk maju di tengah semarak pembangunan dan bangkitnya semangat anak-anak muda Bondowoso. Saat ini, para pemuda kita semakin kreatif meramaikan ruang publik dengan berbagai inovasi dan kegiatan yang positif.
Pihaknya juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang dari berbagai lomba yang digelar selama festival berlangsung. Prestasi yang diraih diharapkan menjadi pelecut semangat untuk terus berkarya dan membawa nama harum daerah.
"Kemenangan ini harus mendorong Anda sekalian untuk terus bekerja dan mengangkat nama Bondowoso di tingkat yang lebih luas," tambahnya.
Mengutip filosofi dari karya sastra ternama, Wabup memberikan renungan mendalam mengenai proses perjuangan dalam membangun komoditas lokal hingga memiliki nilai juang yang tinggi.
"Kopi pertama pagi ini. Hitam, pekat, dan pahit. Namun, jika kau olah dengan hati, ia menyajikan kenikmatan yang tiada tara."
Menanggapi kutipan tersebut, pihaknya menekankan bahwa kesuksesan dan keindahan hidup tidak didapatkan secara instan. Perjuangan untuk membangun potensi diri maupun komunitas memerlukan ketekunan, kesabaran, dan kerja keras yang konsisten.
Nilai ketekunan itu dinilai sejalan dengan karakter kopi Arabika Ijen-Raung dan tembakau khas Bondowoso. Kedua komoditas unggulan ini merupakan mahakarya daerah yang dinilai siap menembus pasar internasional dan berdaya saing global. Melalui Festival Kopi Nusantara ke-9 dan Tembakau ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen memperkuat daya tarik serta memperluas jangkuan pasar komoditas lokal.
Kebangkitan sektor ini ditargetkan mampu memberikan dampak multiplier effect: meningkatkan kesejahteraan para petani, menggerakkan roda perekonomian masyarakat luas, serta mendorong kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Guna menghadapi tantangan pasar global, Pemkab Bondowoso menekankan pentingnya pergeseran pola pikir dari sekadar produsen bahan mentah menuju industri pengolahan atau hilirisasi, dan harus berani melangkah lebih jauh dengan beralih dari sekadar produksi ke hilirisasi komoditas. Selain dijual sebagai biji mentah, kopi Bondowoso harus diproses untuk menghasilkan produk yang inovatif, beragam, dan bernilai tambah tinggi agar siap dipasarkan di tingkat nasional maupun internasional.
Untuk mewujudkan ekosistem hilirisasi yang solid, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Pemerintah daerah, petani, pelaku UMKM, akademisi, hingga generasi muda diimbau untuk berjalan beriringan dan bekerja sama secara optimal.
Wakil Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pelajar dan generasi muda, untuk memupuk rasa bangga terhadap potensi daerah. "Saya mengajak anak-anakku para siswa dan seluruh warga Bondowoso untuk terus bangga dan mencintai produk-produk lokal.
Tulis Komentar