bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Safi’i, S.E., mengikuti pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026 secara virtual dari Command Center Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso pada Kamis (24/9/2026).
Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam agenda tahunan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat. Kehadiran Wabup As’ad didampingi oleh jajaran pejabat Pemkab Bondowoso, antara lain Asisten II, Inspektur Inspektorat, Kepala BAPERIDA, Kepala BPKAD, Kepala Bapenda, Kepala Diskoperindag, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Kabag Perekonomian.
Kegiatan ini penting bagi pemerintah daerah dalam menyelaraskan arah kebijakan ekonomi daerah dengan kebijakan nasional, khususnya terkait penguatan stabilitas perekonomian, peningkatan daya beli masyarakat, serta percepatan integrasi ekonomi dan keuangan digital.
Dalam pengarahannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya kolaborasi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektoral guna menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai instrumen kebijakan pemerintah dirancang tidak hanya untuk mengamankan konsumsi domestik, tetapi juga untuk memperkuat daya tahan sektor produksi.
Pemerintah pusat menggulirkan serangkaian program intervensi untuk menahan gejolak ekonomi, seperti penyaluran bantuan sosial, stabilitas harga pangan, dukungan pembiayaan usaha, hingga insentif sektoral. Salah satu langkah konkret yang disampaikan adalah perlindungan daya beli masyarakat melalui penyaluran bantuan beras periode Oktober hingga Desember 2026 dengan alokasi 10 kilogram per bulan bagi keluarga penerima manfaat.
Di samping itu, pengendalian harga pangan terus dilakukan melalui integrasi program, seperti distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Gerakan Pangan Murah (GPM) yang mengedepankan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia.
Pemerintah terus memperluas akses pembiayaan bagi para pelaku usaha di sektor produktif, termasuk pertanian dan perikanan, serta memberikan perhatian khusus pada penguatan industri padat karya dan sektor perumahan untuk memperluas kesempatan kerja.
Menanggapi tantangan cuaca ekstrem dan fenomena El Nino, Menko Airlangga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mengambil langkah antisipatif terhadap potensi tekanan inflasi pangan.
Langkah-langkah strategis yang didorong meliputi Optimalisasi pengelolaan air irigasi dan percepatan pengaturan pola tanam, Pemerataan wilayah produksi pertanian nasional, dan Pemanfaatan sistem peringatan dini (early warning system) bencana dan cuaca.
Penguatan koordinasi antara pusat dan daerah dianggap sebagai kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Stabilitas sektor pangan ini menjadi fondasi utama yang berkelanjutan sebelum ekonomi dan keuangan digital dapat berkembang secara optimal di masyarakat.
Selain membahas stabilitas makroekonomi, FEKDI dan IFSE 2026 menyoroti peran strategis ekonomi digital di kawasan ASEAN. Indonesia memiliki potensi pasar digital terbesar yang harus diimbangi dengan penguatan ekosistem, perluasan inklusi keuangan, inovasi layanan fintech, serta kolaborasi lintas sektor.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bondowoso, arahan tersebut menjadi pijakan untuk mengakselerasi transformasi digital di tingkat lokal. Digitalisasi daerah tidak hanya diarahkan untuk efisiensi dan transparansi pelayanan publik, tetapi juga diproyeksikan untuk membuka akses pasar serta pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku UMKM, sektor pertanian, dan industri perdagangan lokal.
Melalui keikutsertaan dalam FEKDI dan IFSE 2026, Pemkab Bondowoso berkomitmen untuk terus mengadopsi perkembangan kebijakan nasional. Sinergi lintas sektor, penguatan ketahanan pangan, dan perluasan pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Bondowoso.
Tulis Komentar