bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemenduk Bangga/BKKBN) menggelar aksi bakti sosial pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) secara gratis. Bertempat di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso pada Sabtu (20/06/2026)
Kegiatan ini berhasil menjaring dan melayani 82 akseptor dari berbagai kecamatan yang telah dinyatakan lolos seleksi dan pemeriksaan kesehatan ketat.
Kegiatan strategis yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 ini ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Safi'i. Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Asisten I Setda, Kepala Dinas Sosial P3AKB, Kepala Dinas Kesehatan, Plt Direktur RSUD dr. Koesnadi, Ketua TP PKK Bondowoso, serta Wakil Ketua TP PKK Bondowoso.
Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Safi'i, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam program ini. Ia memaparkan bahwa jumlah peserta tahun ini mencapai 82 orang, meningkat dari target awal yang ditetapkan sebanyak 70 akseptor. Lonjakan ini terjadi setelah Kabupaten Bondowoso mendapatkan tambahan kuota dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Program MOW ini merupakan salah satu langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk sekaligus menaikkan taraf kualitas keluarga di Bondowoso. Tujuannya jelas, agar keluarga lebih berkualitas dan anak-anak yang dilahirkan dapat tumbuh serta berkembang secara optimal. Bagi pasangan usia subur yang merasa jumlah anaknya sudah cukup, program ini menjadi salah satu pilihan terbaik yang rasional dan aman.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menambahkan bahwa komitmen Pemkab Bondowoso tidak hanya henti pada pelayanan bagi wanita. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan program Medis Operatif Pria (MOP) atau vasektomi dengan target 10 peserta pada tahun ini sebagai wujud kesetaraan gender dalam program keluarga berencana.
Dukungan penuh juga mengalir dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Bondowoso. Ketua TP PKK Bondowoso, Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah, menyatakan bahwa pelayanan MOW gratis ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap pasangan usia subur yang telah memantapkan diri memilih metode kontrasepsi permanen.
Seluruh peserta yang hadir hari ini telah melalui proses skrining yang komprehensif dan mereka memilih program ini atas dasar kesadaran penuh demi masa depan keluarga yang lebih baik. Kegiatan ini jelas sangat membantu masyarakat, mengingat seluruh rangkaian layanan medis diberikan tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3AKB Bondowoso, dr. Muhammad Imron, menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat Bondowoso terhadap program KB permanen ini sebenarnya sangat luar biasa. Tercatat, peminat yang mendaftar mencapai lebih dari 300 orang. Namun, keterbatasan anggaran nasional membuat tidak semua peminat dapat diakomodasi tahun ini.
Kuota awal dari pemerintah pusat hanya 70 peserta. Bersyukur kita mendapat tambahan 12 kuota dari provinsi, sehingga total yang bisa dilayani hari ini menjadi 82 peserta. Memang jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kuota pelayanan MOW tahun ini mengalami penurunan sekitar 50 persen. Meski demikian, kami bersyukur target Bondowoso sebanyak 82 akseptor hari ini terealisasi 100 persen.
Pihaknya memastikan seluruh peserta yang dilayani hari ini murni warga Kabupaten Bondowoso yang telah melewati proses skrining kesehatan ketat di 25 puskesmas. "Kami memastikan para peserta berada pada usia produktif dan tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid) demi keselamatan tindakan medis.
Bagi ratusan warga yang belum berkesempatan mendapatkan kuota pusat, dr. Imron menegaskan bahwa Pemkab Bondowoso tidak tinggal diam. Pemerintah daerah akan mengupayakan pelayanan lanjutan melalui pembiayaan APBD Kabupaten Bondowoso secara mandiri dengan memanfaatkan teknik laparoskopi—sebuah prosedur bedah minim invasif yang membutuhkan tenaga medis dengan kompetensi khusus.
Di akhir penjelasannya, dr. Imron mengingatkan bahwa MOW adalah metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang bersifat permanen, sehingga memerlukan regulasi internal keluarga yang matang.
MOW diperuntukkan bagi pasangan yang sudah mantap tidak ingin menambah anak. Syarat utamanya adalah harus mendapatkan persetujuan resmi dari pasangan (suami) dan idealnya tidak lagi memiliki anak usia balita. Jika belum mantap, masyarakat masih bisa mengakses alternatif kontrasepsi jangka panjang lainnya seperti IUD maupun implan.
Melalui sinergi lintas sektor dan pelaksanaan program KB serentak ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimis dapat terus menekan laju pertumbuhan penduduk sekaligus mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan sejahtera.
Tulis Komentar