bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso membuka gelaran akbar Festival Muharam 1448 Hijriah yang tahun ini berkolaborasi strategis dengan Road to Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) Samara. Event tahunan yang dinantikan masyarakat ini dibuka langsung oleh Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., di tengah kemegahan Alun-alun Raden Bagus Assra (RBA) pada Jumat (19/06/2026).
Pembukaan festival berlangsung sangat meriah dengan nuansa kebersamaan. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh, diantaranya Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy, Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i, S.E., jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I., perwakilan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jember, jajaran manajemen Bank Jatim, kepala perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Bondowoso. Kemeriahan malam pembukaan semakin lengkap dengan lantunan selawat yang menggetarkan hati dari Majelis Sholawat Bhening asal Pondok Pesantren Sukorejo, Situbondo.
Dalam sambutan utamanya, Bupati menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia Jember serta seluruh pihak yang terlibat dalam menginisiasi kolaborasi besar ini. Menurut Bupati, perpaduan antara nilai-nilai luhur tahun baru Islam dan gerakan ekonomi syariah merupakan langkah taktis dalam memperkuat ekosistem ekonomi umat.
Sinergi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kabupaten Bondowoso. Momentum ini harus kita jadikan upaya bersama untuk mempercepat penguatan ekonomi umat dan mewujudkan Bondowoso yang berkah melalui pengembangan ekonomi syariah yang berdaya saing.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa kolaborasi bersama Bank Indonesia ini merupakan kali kedua yang berhasil diselenggarakan di Bondowoso. Event ini bukan sekadar pesta rakyat lokal, melainkan bagian dari rantai pergerakan ekonomi nasional. Rangkaian FESYAR ini nantinya akan berlanjut ke tingkat regional Jawa di Surabaya, sebelum akhirnya bermuara pada ajang internasional Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Oktober mendatang.
Menatap peluang tersebut, Lora Hamid menaruh harapan besar agar para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Bondowoso tidak hanya menjadi penonton. Ia mendorong produk-produk lokal agar mampu lolos kurasi ketat sehingga bisa tampil dan bersaing di panggung internasional ISEF.
Sebagai wujud nyata penguatan ekosistem tersebut, dalam pembukaan festival ini juga dilaksanakan sejumlah agenda krusial, antara lain Pengukuhan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) sebagai motor penggerak ekonomi berbasis pesantren. Penyerahan mock-up business matching pembiayaan syariah untuk mendukung permodalan pelaku usaha. Pembagian sertifikat halal kepada sejumlah pelaku UMKM dan Rumah Potong Hewan (RPH) di Bondowoso guna menjamin kepastian produk higienis dan sesuai syariat.
Di sisi lain, Bupati memberikan catatan penting mengenai peta persaingan industri halal global. Beliau mengingatkan bahwa potensi ekonomi syariah di Indonesia yang sangat besar saat ini belum sepenuhnya dieksplorasi secara maksimal. Ironisnya, negara-negara dengan populasi muslim minoritas justru lebih agresif dan berhasil menguasai pasar halal dunia.
Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, tetapi peluang ekonomi syariah global justru banyak dimanfaatkan oleh negara-negara seperti Inggris, China, Korea Selatan, Taiwan, dan Singapura. Fakta ini harus menjadi pelecut semangat kita. ‘’Kita harus bergerak cepat memperkuat daya saing produk halal dan industri berbasis syariah dari daerah kita sendiri,’’ tegasnya secara lugas.
Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, instansi pemerintah, dan pelaku usaha untuk memanfaatkan momentum Festival Muharram 1448 H ini dengan sebaik-baiknya. Selain sebagai sarana meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan inovasi usaha, event ini juga diharapkan menjadi pemersatu dalam menjaga kondusivitas serta keharmonisan di Kabupaten Bondowoso.
Dengan penekanan tombol sirine dan penyerahan simbolis, Bupati Abdul Hamid Wahid secara resmi membuka seluruh rangkaian Festival Muharram 1448 Hijriah yang bersinergi dengan Road to FESYAR Samara Bank Indonesia. Festival ini diharapkan melahirkan multiplier effect bagi perekonomian lokal dan menjadi batu loncatan bagi produk unggulan Bondowoso untuk menembus pasar nasional hingga kancah internasional.
Tulis Komentar