bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso, menggelar Pembinaan serta Koordinasi Lintas Sektor bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH), di Pendopo Raden Bagus Assra pada Rabu (01/04/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. didampingi oleh jajaran Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Ketua Tim Kabupaten PKH Bondowoso.
Sinergi ini menegaskan bahwa penanganan kemiskinan merupakan tanggung jawab kolektif yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari administrasi kependudukan hingga layanan dasar kesehatan dan pendidikan.
Dalam arahannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi mendalam atas peran strategis SDM PKH. Ia mengingatkan kembali bahwa Bondowoso memiliki sejarah panjang sebagai daerah pionir pelaksanaan PKH di Indonesia sejak tahun 2007.
Saat ini, di pundak saudara sekalian terdapat amanah untuk mengawal 40.090 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dengan rasio satu pendamping melayani sekitar 244 KPM, saya sangat memahami betapa berat dan mulianya tugas saudara di lapangan.
Pihaknya menekankan bahwa pendamping PKH bukan sekadar penyalur bantuan sosial, melainkan agen perubahan yang memastikan hak-hak masyarakat di tingkat akar rumput terpenuhi, selaras dengan visi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terkait bantuan sosial yang tepat sasaran.
Bupati secara tegas meminta agar pemutakhiran data melalui sistem informasi sosial dilakukan secara berkala, akurat, dan jujur. Penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional menjadi harga mati sebagai basis data tunggal agar tidak ada lagi bantuan yang tumpang tindih atau salah sasaran.
Fokus utama program ke depan tidak lagi hanya mempertahankan kepesertaan, melainkan mendorong graduasi mandiri. Para pendamping diharapkan mampu memberikan edukasi berkualitas melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) agar keluarga pra-sejahtera dapat berdaya secara ekonomi dan keluar dari jerat kemiskinan.
Kegiatan ini juga diwarnai dengan momen kemanusiaan melalui penyerahan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris lima tenaga kerja yang telah berpulang. Hal ini merupakan bentuk perlindungan nyata bagi para pekerja yang telah mendedikasikan hidupnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso memberikan penghormatan khusus berupa cendera mata kepada Koordinator Wilayah PKH yang telah memasuki masa purna tugas, sebagai simbol terima kasih atas dedikasi bertahun-tahun dalam mengawal program perlindungan sosial di Bondowoso.
Menutup rangkaian acara, Bupati mengajak seluruh SDM PKH untuk menjadikan momentum Halal Bihalal ini sebagai titik awal untuk bekerja lebih cepat dan akurat.
Bupti mengajak membuka lembaran baru dengan semangat kerja yang berorientasi pada dampak nyata. Kolaborasi dari tingkat kabupaten hingga desa adalah kunci utama keberhasilan kita dalam menyejahterakan masyarakat miskin di Bondowoso.
Tulis Komentar