bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Dalam rangkaian kunjungan kerja ke-37 di kabupaten/kota se-Jawa Timur, Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia (BKN RI), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja resmi ke Kabupaten Bondowoso.
Agenda strategis ini dikemas dalam Pembinaan Kepegawaian sekaligus penyerahan penghargaan khusus Humanist Leader Award kepada Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemkab Bondowoso dalam menerapkan tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berbasis pendekatan kemanusiaan dan berorientasi pada peningkatan produktivitas kerja, di Pendopo Raden Bagus Assra Bondowoso, Jum’at, (23/10/2026).
Dalam pengarahannya, Kepala BKN RI menegaskan pentingnya memperhatikan aspek psikologis, kondisi fisik, dan kesejahteraan ASN sebagai pondasi utama peningkatkan kinerja organisasi. Menurutnya, kebijakan penempatan pegawai yang memperhitungkan kedekatan domisili dengan tempat bertugas memberikan dampak positif signifikan terhadap stabilitas kerja aparatur.
Jika ASN bekerja dalam kondisi fit, tubuh masih segar, pikiran segar, dan hati tenang, kinerjanya pasti lebih optimal.
Pendekatan ini dinilai tidak hanya efisien dalam menghemat waktu dan beban perjalanan, tetapi juga meningkatkan konsentrasi serta dedikasi ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Ia mengapresiasi langkah inovatif Pemkab Bondowoso yang telah secara konsisten mempraktikkan manajemen kepegawaian yang humanis ini.
Dengan jumlah ASN di Kabupaten Bondowoso yang mencapai sekitar 12.500 orang, Prof. Zudan menekankan bahwa perubahan pola pikir (mindset) aparatur menjadi lebih adaptif dan berorientasi pelayanan adalah hal yang mutlak. Peningkatan kinerja aparatur dalam jumlah tersebut dipastikan akan membawa dampak nyata yang sangat luas bagi kualitas layanan pemerintah daerah.
Lebih lanjut, Pihaknya mengingatkan agar semangat berinovasi tidak berhenti pada tataran seremoni atau sekadar melahirkan program baru, melainkan harus mampu menjawab tantangan dan permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat, Semakin banyak inovasi, harus semakin banyak masalah yang bisa diselesaikan dan keluhan masyarakat yang dapat ditangani.
Orientasi pelayanan publik ini harus terintegrasi lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga kebudayaan dan pelestarian lingkungan hidup. Perangkat daerah diimbau untuk memastikan keterkaitan erat antara perencanaan program, alokasi anggaran, dan kebutuhan mendasar warga.
Sebagai wujud konkret penerapan nilai pelayanan, kebersihan, serta pembentukan karakter sejak dini, Kepala BKN RI turut menginisiasi Gerakan Toilet Bersih di lingkungan sekolah tingkat TK, SD, dan SMP negeri yang berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten. Kebersihan fasilitas publik tercermin sebagai cerminan budaya organisasi yang sehat, nyaman, serta selaras dengan visi pembangunan daerah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BKN RI memaparkan program Profiling ASN (ProASN), sebuah fasilitas pemetaan kompetensi dan potensi aparatur gratis yang disediakan oleh BKN. Pemerintah Daerah diimbau memanfaatkannya secara optimal guna mendukung tata kelola manajemen talenta berbasis kualifikasi dan kompetensi.
Mengenai dinamika penataan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari status paruh waktu ke penuh waktu, Prof. Zudan menjelaskan bahwa mekanisme transisi tersebut tetap mengacu pada ketersediaan formasi kebutuhan di daerah serta kemampuan keuangan daerah masing-masing.
Di samping itu, penegakan disiplin tetap menjadi perhatian serius BKN. ASN diimbau untuk senantiasa menaati ketentuan jam kerja dan kewajiban aparatur. Ketidakhadiran tanpa alasan yang sah akan ditindak tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, hingga sanksi pemecatan/pemberhentian.
Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih setinggi-tingginya atas perhatian besar dari BKN RI terhadap penataan kepegawaian di Kabupaten Bondowoso. Penghargaan Humanist Leader Award ini dimaknai sebagai dorongan moral untuk terus membenahi sistem kerja kepegawaian.
Ini menjadi pelecut dan penyemangat bagi kami untuk lebih serius dalam menata serta memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi ASN. Pekerjaan ini merupakan tanggung jawab bersama, terutama dalam memetakan kebutuhan dan mengambil kebijakan yang tepat.
Menanggapi arahan BKN, Bupati menegaskan kesiapan Pemkab Bondowoso untuk merealisasikan Gerakan Toilet Bersih di seluruh satuan pendidikan negeri (TK, SD, SMP) dengan target penyelesaian hingga Desember 2026. Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso telah menyatakan komitmen penuh untuk mengawal ketercapaian target tersebut.
Terkai kedisiplinan, Bupati kembali mengingatkan seluruh jajaran ASN Pemkab Bondowoso agar senantiasa bekerja secara profesional, mematuhi aturan, dan memanfaatkan setiap dukungan kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kunjungan kerja BKN RI ini memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan birokrasi yang handal, profesional, dan humanis demi terwujudnya Bondowoso Berkah.
Tulis Komentar