bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Babak baru pergerakan intelektual Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bondowoso dimulai. Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Safi'i, resmi dilantik sebagai Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Bondowoso untuk masa khidmat 2025–2029 pada Sabtu (09/05/2026).
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) ISNU, H. Wardi Taufik, S.Ag., M.Si. Dengan mengusung tema “Akselerasi Sarjana NU: Merawat Tradisi, Menggerakkan Inovasi”, momentum ini menegaskan peran strategis kaum intelektual NU dalam menjawab tantangan sosial serta mengakselerasi pembangunan daerah melalui pendekatan berbasis keilmuan.
Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Bondowoso, Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I, Ketua PW ISNU Jawa Timur, Rois Syuriyah PCNU Bondowoso, serta jajaran pengurus badan otonom dan lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama Bondowoso.
Dalam sambutan perdananya sebagai Ketua PC ISNU, As'ad Yahya Safi'i menyampaikan komitmen kuat untuk menjadikan organisasi ini sebagai laboratorium pengabdian. ISNU Bondowoso harus menjadi ruang bagi para sarjana NU untuk tidak sekadar berteori, tapi memberikan kontribusi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami siap bersinergi untuk mengawal pembangunan daerah dengan semangat merawat tradisi dan menciptakan inovasi.
Mewakili Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., Sekretaris Daerah Dr. H. Fathur Rozi memberikan tantangan khusus bagi kepengurusan baru ini. Ia menekankan bahwa ISNU sebagai wadah teknokrat dan akademisi harus mampu melahirkan solusi konkret atas dua masalah krusial di Bondowoso Pengentasan Kemiskinan, mengingat angka kemiskinan yang masih menjadi tantangan besar, ISNU diharapkan mengambil peran strategis melalui pemberdayaan ekonomi dan pemikiran yang solutif. Selain itu juga Manajemen Sampah, dengan produksi sampah mencapai 60 ton per hari, Sekda mendorong ISNU melakukan edukasi masif mengenai pemilahan sampah dari tingkat keluarga.
ISNU harus menjadi wadah berhimpunnya kaum intelektual yang tidak berhenti pada gagasan, tetapi mampu menghadirkan kerja nyata di lapangan.
Sekretaris Umum PP ISNU, Wardi Taufik, memberikan pandangan mengenai posisi strategis ISNU di kancah nasional maupun internasional. Ia mengungkapkan bahwa ISNU kini telah berkembang hingga ke jaringan internasional melalui diaspora di Tunisia, Malaysia, Taiwan, hingga ekspansi ke Jepang dan Jerman.
Untuk PC ISNU Bondowoso, Sekretaris PP ISNU menitipkan dua pesan penting, Penguatan Basis Data dengan Memperkuat database organisasi agar potensi sarjana NU terpetakan dengan baik. Serta Produk Unggulan Daerah dengan Mendorong Bondowoso untuk melahirkan minimal dua produk unggulan yang layak dipamerkan dalam ekspo produk ISNU tingkat nasional di Jakarta.
Dengan komposisi kepengurusan yang baru dilantik, PC ISNU Bondowoso diharapkan mampu menjadi motor penggerak sinergi antara kalangan akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Fokus utama ke depan adalah memperkuat pembangunan berbasis keilmuan, pemberdayaan umat, serta optimalisasi potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat Bondowoso yang lebih luas.
Tulis Komentar