bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso resmi membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bondowoso Masa Bakti 2026–2031 yang diselenggarakan di Pendopo Raden Bagus Assra Bondowoso, Selasa (04/08/2026).
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Haeriah Yuliati, S.Sos., M.M., yang hadir membacakan sambutan sekaligus mewakili Bupati Bondowoso. Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pengurus dan anggota PWRI Kabupaten Bondowoso, Ketua PWRI Provinsi Jawa Timur Dr. H. Mas'hoed, M.Si., para Camat, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bondowoso.
Dalam sambutan resminya, Asisten 3 menyampaikan apresiasi dan selamat atas terselenggaranya Muskab PWRI. Ia menegaskan bahwa masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) bukanlah titik akhir dalam memberikan kontribusi bagi bangsa dan daerah.
Masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, melainkan bentuk pengabdian dalam dimensi yang baru di tengah-tengah masyarakat. Pengalaman, kearifan, serta rekam jejak Bapak-Ibu sekalian selama puluhan tahun mengabdi untuk daerah adalah aset dan fondasi berharga bagi pembangunan Kabupaten Bondowoso.
Asisten 3 menekankan pentingnya peran strategis PWRI sebagai satu-satunya wadah silaturahmi sekaligus pemberdayaan bagi para purna ASN. Berbeda dengan ASN aktif yang memiliki berbagai wadah profesi (seperti KORPRI, PGRI, IDI, IBI, maupun PNI), PWRI menjadi rumah bersama tunggal tempat berhimpun setelah memasuki purna tugas.
Pihaknya juga menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf mewakili jajaran ASN yang masih aktif atas seluruh pembinaan, arahan, dan keteladanan yang telah diberikan para senior wredatama selama ini.
Pemkab Bondowoso akan terus terbuka untuk menerima saran, masukan, dan sumbangsih pemikiran dari para senior PWRI sebagai pemandu moral dan bahan pertimbangan dalam menjalankan roda pemerintahan serta pembangunan di Kabupaten Bondowoso.
Pada Muskab tersebut, Asisten 3 secara khusus menginstruksikan kepada seluruh Camat se-Kabupaten Bondowoso untuk memberikan dukungan penuh dan memfasilitasi pembentukan pengurus PWRI di tingkat kecamatan. Pasalnya, dari 23 kecamatan yang ada di Bondowoso, saat ini baru 8 kecamatan yang telah mengukuhkan kepengurusan PWRI.
Pihaknya mohon support dan dukungan dari teman-teman Camat. Bagaimana pun, nantinya PWRI ini juga akan menjadi wadah bersama. Setidaknya saat masih aktif, harus mempersiapkan 'rumah' agar ketika purna tugas, sudah memiliki wadah untuk kembali berkiprah, berjuang, dan mengabdi kepada masyarakat.
Di tengah penyampaian sambutan yang penuh rasa kekeluargaan, Haeriah sempat membagikan cerita personal mengenai perjalanan kariernya di jajaran birokrasi Pemkab Bondowoso. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2028 mendatang—sekitar dua tahun lagi—ia juga akan memasuki masa purna tugas dan bergabung menjadi bagian dari wredatama.
Pihaknya mengenang masa-masa awal kariernya yang dirintis dari bawah sebagai staf di Kecamatan Tlogosari. Kariernya kemudian berlanjut saat diangkat menjadi Lurah Nangkaan pada tahun 1995, dan selanjutnya dipercaya memimpin sebagai Camat Tlogosari pada tahun 2007 di usia 41 tahun—sebuah wilayah yang juga merupakan tanah kelahirannya.
Mengutip kenangan masa sekolahnya di daerah pedesaan (Desa Pakisan), pihaknya menceritakan pemenuh nawaitunya untuk ikut membangun infrastruktur di tanah kelahirannya sewaktu menjabat sebagai camat. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa semangat pengabdian kepada daerah adalah proses panjang yang terus berkesinambungan.
Mengakhiri pembukaannya, Asisten 3 mengajak seluruh peserta untuk mengingat bahwa "Tua itu pasti, namun tetap produktif, berguna, dan bahagia di usia senja adalah sebuah pilihan." Ia berharap Muskab PWRI 2026–2031 dapat melahirkan kepengurusan yang amanah, solid, serta mampu menyusun program kerja yang responsif terhadap kebutuhan anggota baik dari aspek kesehatan fisik, mental, maupun kesejahteraan sosial.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmānirrahīm, Musyawarah Kabupaten Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bondowoso Masa Bakti 2026–2031 secara resmi dinyatakan dibuka.
Tulis Komentar