bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendorong penguatan peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dalam memperluas pembinaan Al-Qur’an, meningkatkan prestasi, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus Musyawarah Daerah (Musda) LPTQ Kabupaten Bondowoso Tahun 2026 yang mengusung tema “Optimalisasi Peran dan Kinerja LPTQ dalam Mewujudkan Bondowoso Berkah yang Qur’ani”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Sabha Bina Praja, Rabu (14/10/2026), dengan dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso Wawan Setiawan, S.H., M.H., perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI., serta panitia dan peserta Musda LPTQ.
Dalam sambutan Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., yang dibacakan Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Sekretariat Daerah Wawan Setiawan, disampaikan bahwa Musda memiliki arti penting bagi keberlanjutan organisasi LPTQ. Forum ini tidak hanya menjadi sarana mengevaluasi program kerja, tetapi juga momentum untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, dan merumuskan arah pembinaan Al-Qur’an yang lebih terarah serta berkelanjutan.
Bupati berharap Musda mampu menghasilkan keputusan konkret, program kerja terukur, serta kepengurusan yang amanah dan profesional. Menurutnya, pengembangan tilawatil Qur’an membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, lembaga pendidikan, pondok pesantren, para guru mengaji, dan seluruh elemen masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, pembinaan Al-Qur’an diharapkan tidak hanya berorientasi pada persiapan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), tetapi juga menjangkau masyarakat secara luas sehingga kecintaan terhadap Al-Qur’an semakin tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga mendorong LPTQ untuk memperluas pembinaan tilawah, tahfiz, tafsir, serta cabang-cabang lain yang menjadi bagian dari pengembangan Al-Qur’an. Penjaringan bakat sejak dini perlu diiringi pembinaan secara konsisten, peningkatan kapasitas peserta dan dewan hakim, serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
“Prestasi dalam musabaqah tilawatil Qur’an merupakan bagian penting, tetapi tujuan yang lebih utama adalah tumbuhnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan terwujudnya kehidupan sosial yang rukun, damai, serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.
Pemkab Bondowoso menegaskan komitmennya untuk mendukung pembinaan keagamaan sesuai kewenangan dan kemampuan keuangan daerah. Dukungan tersebut perlu diiringi partisipasi bersama, terutama dari keluarga, lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan lingkungan masyarakat.
Bupati juga mengajak seluruh peserta Musda menjadikan perbedaan pandangan sebagai kekuatan dalam merumuskan keputusan terbaik, dengan mengutamakan kebersamaan dan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Bondowoso Dr. H. Moh. Ali Masyhur menyampaikan pentingnya Musda sebagai forum organisasi untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan kinerja kepengurusan periode sebelumnya, menyusun arah kebijakan serta program kerja ke depan, dan memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan dalam pengembangan tilawatil Qur’an.
Melalui Musda ini, LPTQ Kabupaten Bondowoso diharapkan semakin solid, adaptif, dan inovatif dalam menjalankan perannya. Hasil musyawarah diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan generasi Qur’ani yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Dengan demikian, semangat Bondowoso Berkah yang Qur’ani dapat diwujudkan melalui pembinaan yang berkesinambungan, kolaborasi lintas sektor, serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Tulis Komentar