bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang membatasi ruang fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Bondowoso tetap berupaya maksimal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu terobosan strategis yang tengah digarap adalah aplikasi Pasopati (Pajak Online Sistem Patriotik Terintegrasi).
Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso menjadi aktor utama dalam percepatan pembuatan aplikasi ini. Sekda tidak hanya memberi arahan, tetapi juga mengawal langsung seluruh proses pembangunan sistem dari awal hingga akhir. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap keterbatasan anggaran daerah pasca kebijakan efisiensi dari pusat.
Untuk merealisasikan aplikasi Pasopati, Sekda secara resmi menugaskan dua perangkat daerah yaitu Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) diberikan tanggung jawab menyiapkan data perpajakan, skema pembayaran, serta regulasi pendukung. Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) ditugaskan mengembangkan sistem informasi, menyediakan infrastruktur digital, serta menjamin keamanan data pengguna.
Aplikasi Pasopati dirancang sebagai solusi pembayaran pajak daerah yang terintegrasi . Masyarakat dapat membayar tiga jenis pajak sekaligus hanya dalam satu platform, yaitu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD), serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).


Keunggulan utama Pasopati terletak pada fleksibilitas waktu dan tempat. Seluruh pembayaran pajak dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja karena sistem ini mengandalkan metode pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Wajib pajak cukup mengakses aplikasi, memilih jenis pajak yang hendak dibayar, memasukkan nomor objek pajak, lalu memindai kode QRIS yang muncul menggunakan dompet digital atau mobile banking. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan mengurangi kunjungan fisik ke kantor pelayanan atau loket pembayaran.
Dengan pengawalan ketat dari Sekda, ditargetkan penyelesaian aplikasi hanya beberapa bulan saja.Sekda secara rutin memantau kolaborasi antara Bapenda dan Diskominfo untuk memastikan tidak ada hambatan teknis maupun administratif. Setiap perkembangan dilaporkan secara berkala, sehingga kendala yang muncul dapat segera diatasi.
Aplikasi Pasopati diharapkan menjadi wajah baru pelayanan pajak di Bondowoso. Selain mempermudah masyarakat, sistem ini juga diyakini mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus menekan potensi kebocoran pendapatan. Efisiensi anggaran dari pusat tidak lagi dilihat sebagai hambatan, melainkan sebagai pemicu lahirnya inovasi digital yang lebih cepat dan tepat sasaran.
Tulis Komentar