bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman cuaca ekstrem, Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengambil langkah proaktif dengan meresmikan Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Peluncuran gerakan ini dipimpin langsung oleh Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag, bertempat di Alun-alun Raden Bagus Assra, Jumat (06/03/2026).
Kegiatan kolosal ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I., pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), personel TNI/Polri, Camat, Kepala Sekolah, organisasi perempuan, hingga berbagai lapisan elemen masyarakat yang memadati pusat kota.
Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso menekankan bahwa Gerakan Indonesia Asri bukan sekadar agenda seremonial, melainkan respons strategis terhadap kondisi geografis dan iklim Bondowoso saat ini. Beliau menggarisbawahi bahwa cuaca ekstrem yang melanda berpotensi memicu jika tibencanadak diantisipasi dengan manajemen lingkungan yang baik.
Menjaga kebersihan lingkungan, terutama normalisasi saluran drainase dan pengelolaan sampah, kini bukan lagi soal estetika semata. Ini adalah kebutuhan mendesak untuk meminimalisir risiko bencana dan menjamin kesehatan masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan implementasi nyata dari Surat Edaran Bupati Bondowoso. Tujuannya adalah membangun kesadaran kolektif dari tingkat birokrasi hingga akar rumput di desa dan kelurahan. Beliau juga mendorong masyarakat untuk memulai kebiasaan sederhana namun berdampak masif, yakni pemilahan sampah organik dan anorganik secara mandiri di rumah masing-masing.
Laporan teknis yang disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso, Ir. Henry Kurniawan, S.T., M.M., menunjukkan skala besar dari gerakan ini. Tercatat sebanyak 44 perangkat daerah, berbagai organisasi masyarakat, serta 26 lembaga pendidikan (SD hingga SMA) terlibat aktif.
Aksi bersih lingkungan dilakukan secara masif dan serentak 23 titik lokasi strategis di wilayah perkotaan. Dan 22 titik lokasi yang tersebar merata di 22 kecamatan di seluruh Kabupaten Bondowoso.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bondowoso memaparkan data bahwa saat ini tingkat pengelolaan sampah nasional berada di angka 76%, sementara Kabupaten Bondowoso mencapai 72,8%. "Kesenjangan ini menjadi motivasi bagi kami. Melalui Gerakan Bondowoso Asri untuk Indonesia Asri, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama untuk meningkatkan performa pengelolaan sampah kita.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap semangat gotong royong yang tercermin dalam peluncuran ini dapat bertransformasi menjadi budaya kerja dan gaya hidup bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) maupun warga masyarakat.
Tulis Komentar