Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bondowoso secara resmi memulai langkah strategis dalam penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pembukaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Angkatan I Golongan Penggalang Tahun 2026, yang dipusatkan di wilayah Kwartir Ranting (Kwarran) Pakem, Jum’at,(10/04/2026).
Sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan, pelatihan intensif ini akan dilaksanakan dalam dua gelombang untuk memastikan materi terserap secara optimal, yakni pada 10-12 April dan dilanjutkan kembali pada 17-19 April 2026.
Seremoni pembukaan berlangsung khidmat dengan kehadiran tokoh-tokoh kepramukaan di Bondowoso. Tampak hadir jajaran Wakil Ketua dan Andalan Kwarcab Bondowoso, para pengurus Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) Patirana, serta jajaran Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Pakem yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Bondowoso, Kak Asad Yahya Syafii, SE., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan KMD ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Menurut beliau, ini adalah jawaban konkret atas tantangan distribusi tenaga pembina di wilayah Bondowoso.
Gerakan Pramuka memiliki tugas pokok menyelenggarakan kegiatan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkembangkan tunas bangsa yang bertanggung jawab. Untuk merealisasikannya, diperlukan dukungan penuh dari anggota dewasa yang mahir dan berdedikasi.
Pihaknya juga menyoroti pentingnya adaptasi Gerakan Pramuka terhadap kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (DikDasMen). Sinergi antara Kwarcab, Pemerintah Daerah, dan Dinas Pendidikan kini semakin diperkuat, terutama dalam menyambut fokus pendidikan karakter sejak dini, termasuk pengembangan Pra-Siaga di tingkat PAUD dan TK.
KMD Angkatan I ini menerapkan kurikulum yang sangat dinamis. Di bawah komando Tim Teknis pelatih yang dipimpin oleh Kak Siti Achya, S.Pd., M.Pd. dan Kak Lukman Hanafi, S.Pd.I., S.A.P., peserta dituntut untuk terjun langsung ke lapangan. Skema pelatihan dirancang dengan komposisi 80% praktik dan 20% teori, sebuah metode yang dianggap paling efektif untuk melahirkan pembina yang siap pakai.
Selama enam hari total pelatihan, para peserta digembleng dengan berbagai materi esensial, antara lain, Fundamental Kepramukaan yakni Memperkuat pemahaman filosofis dunia penggalang, Skill Teknis salah satunya Pendalaman tali temali (pionering), pemahaman sandi, semaphore, hingga teknik navigasi menggunakan kompas dan menaksir. Manajerial Satuan melalui Tata kelola administrasi Gugusdepan serta penyusunan program latihan yang menarik dan modern, serta Simulasi Lapangan melalui Praktik langsung penyelenggaraan perkemahan dan prosesi api unggun sebagai instrumen pendidikan.
Melalui program ini, Kwarcab Bondowoso menaruh harapan besar agar lahir bibit-bibit pembina yang tidak hanya memiliki kecakapan teknis, tetapi juga integritas moral sebagai figur teladan di pangkalan masing-masing.
Menutup arahannya, Kak Asad berpesan agar para peserta memanfaatkan momentum ini dengan maksimal. "Ikutilah rangkaian kegiatan ini dengan sungguh-sungguh agar setelah lulus nanti, Kakak-kakak mampu menerapkan pengalaman yang diperoleh secara maksimal kepada peserta didik di Gugusdepan. Jadilah pembina yang mampu menginspirasi," pungkasnya.
Dengan dimulainya KMD Angkatan I ini, Gerakan Pramuka Bondowoso kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi emas melalui tangan-tangan pembina yang kompeten dan berjiwa Pancasila.
Tulis Komentar