bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Festival Muharram 1448 Hijriah dan Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang (SAMARA) 2026 resmi berakhir. Gelaran yang berlangsung di Alun-alun RBA Ki Ronggo Bondowoso tersebut ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i, S.E., yang dihadiri pula Sekretaris Daerah, Dr. Fathur Rozi, M.Fil.I., serta perwakilan Forkopimda Bondowoso, Kamis (25/6/2026).
Festival ini tidak hanya sukses menyedot perhatian ribuan warga, tetapi juga berhasil mencatat perputaran ekonomi yang fantastis dengan estimasi nilai transaksi mencapai Rp 3 miliar.
Capaian positif ini menegaskan posisi Festival Muharram sebagai instrumen strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah, sekaligus menjadi motor penggerak bagi pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bondowoso.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i, menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa terima kasih kepada seluruh elemen yang telah bekerja keras menyukseskan gelaran ini. Menurutnya, kesuksesan festival berskala besar ini mustahil terwujud tanpa adanya kerja sama yang solid antar instansi dan masyarakat.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Bondowoso, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat, pelaku UMKM, pondok pesantren, perangkat daerah, insan media, Bank Indonesia, dunia usaha, serta seluruh stakeholder yang telah menunjukkan semangat kolaborasi luar biasa selama Festival Muharram berlangsung. Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama.
Wabup menekankan bahwa Festival Muharram kini telah bertransformasi. Kegiatan ini tidak lagi sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan platform strategis yang mengintegrasikan syiar Islam dengan penguatan ekonomi kerakyatan. Ia berharap semangat gotong royong yang tercipta selama tiga pekan terakhir dapat terus dipertahankan.
Semangat gotong royong yang terbangun selama pelaksanaan festival harus terus dijaga sebagai modal pembangunan daerah menuju Bondowoso yang lebih berkah, maju, dan sejahtera.
Sementara itu, Ir. Hergiar Yuli Pramanto, S.T., M.T. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso, sekaligus Ketua Panitia Festival Muharram 2026, Ergiar, dalam laporan penutupannya menjelaskan bahwa kesuksesan acara ini merupakan buah dari sinergi apik antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan Bank Indonesia melalui program Road to Festival Syariah (FESYAR) SAMARA.
Kolaborasi ini sukses melahirkan serangkaian kegiatan yang variatif, edukatif, dan menghibur. Selama hampir 21 hari, masyarakat disuguhkan dengan berbagai program unggulan, meliputi Penguatan Kapasitas & Edukasi melalui Pelatihan digitalisasi pesantren dan seminar ekonomi pesantren, Inovasi & Kompetisi melalui Sharia Innovation for Youth, kontes ternak, dan festival jejak purba, Olahraga & Hiburan dengan Samara Run yang sukses menjaring lebih dari 1.000 peserta, serta bazar produk unggulan, serta Religi & Budaya melalui Tabligh akbar, majelis sholawat, hingga penampilan memukau dari Mursyid internasional asal Mesir, Mostafa Atef.
Sektor ekonomi menjadi salah satu indikator paling mencolok dari keberhasilan event ini. Kehadiran showcase UMKM dan industri halal mampu menarik minat beli masyarakat secara masif.
Dari hasil estimasi selama pelaksanaan Festival Muharram 2026, nilai transaksi ekonomi yang tercipta mencapai sekitar Rp 3 miliar. Nilai tersebut berasal dari aktivitas UMKM yang terlibat langsung maupun para pelaku usaha di sekitar kawasan alun-alun.
Tidak hanya sukses di sektor ekonomi, Festival Muharram 2026 juga membawa misi kemanusiaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosial masyarakat. Melalui program bakti sosial, sebanyak 2.202 warga mendapatkan layanan pemeriksaan mata gratis, dan 162 orang di antaranya berhasil memperoleh layanan operasi katarak secara cuma-cuma.
Lebih lanjut, panitia juga melihat adanya dampak jangka panjang dari kehadiran figur internasional seperti Mursyid Mostafa Atef. Kehadiran munsyid kenamaan asal Mesir tersebut dinilai membuka peluang besar bagi produk-produk unggulan Bondowoso untuk menembus pasar global melalui jejaring internasional yang terbangun selama kunjungannya ke Bondowoso ini.
Dengan ditutupnya Festival Muharram 1448 H dan SAMARA 2026, Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimistis bahwa pondasi kolaborasi yang telah diletakkan akan menjadi modal berharga. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal keberlanjutan penguatan ekonomi syariah, meningkatkan daya saing produk UMKM lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.
Tulis Komentar