bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Kemeriahan dan nuansa kebudayaan membalut pusat Kota Bondowoso saat ribuan pasang mata memadati sepanjang jalur protokol. Pemerintah Kabupaten Bondowoso secara resmi menggelar Pawai Budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-207 Kabupaten Bondowoso (Harjabo). Berpusat di depan Pendopo Raden Bagus Assra pada Rabu (26/08/2026).
Kegiatan yang bertajuk “Rawat Warisan Budaya Dan Perkuat Identitas Bondowoso” ini dilepas secara langsung oleh Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag.
Suasana semarak menyelimuti pelepasan peserta yang diikuti oleh ribuan pelajar, pendamping, budayawan, serta masyarakat umum. Pawai budaya Harjabo ke-207 mengusung tema besar “Harmoni Budaya dan Geopark Menuju Indonesia Berdaulat”, yang dirancang sebagai ruang kolaborasi strategis dalam mempromosikan serta melestarikan kekayaan seni tradisi lokal kepada generasi penerus bangsa.
Turut hadir mendampingi Bupati dalam jajaran panggung kehormatan, Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Safi'i, S.E., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian (Kabag) Setda, hingga para Camat dari seluruh wilayah Kabupaten Bondowoso.
Dalam sambutan pembukanya, Bupati Bondowoso menegaskan bahwa peringatan Harjabo tidak boleh dipandang sekadar seremoni tahunan yang berlalu begitu saja. Peringatan ini merupakan momentum krusial untuk melacak kembali jejak sejarah sekaligus memperkuat ikrar bersama dalam membangun daerah secara inklusif dan berkelanjutan.
Pawai budaya ini meneguhkan komitmen bersama kita untuk meningkatkan seluruh potensi daerah menuju Bondowoso yang berkelanjutan, berdaya saing, sejahtera, dan berkah.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa akar sejarah Bondowoso tidak dapat dipisahkan dari keteladanan Ki Bagus Assra (Raden Bagus Assra), yang pada tahun 1819 silam resmi ditunjuk oleh Bupati Besuki untuk memimpin wilayah Bondowoso pertama kali. Keberanian, kearifan, serta kerja keras Ki Bagus Assra dalam membuka pembabadan hutan hingga meletakkan fondasi peradaban pemerintahan menjadi warisan nilai yang sangat berharga. Semangat pantang menyerah pendiri daerah tersebut harus terus diwarisi dan diintegrasikan dalam mengawal pembangunan Kabupaten Bondowoso di masa kini maupun masa depan.
Pawai Budaya Harjabo ke-207 turut menjadi panggung ekspresi yang luas bagi generasi muda. Kesenian khas daerah seperti Singa Ulung dan Tari Topeng Konah tampil memukau menyusuri rute pawai. Tak hanya itu, narasi penguatan identitas Ijen UNESCO Global Geopark (IUGGp) menjadi pesan utama yang disisipkan dalam tiap atraksi peserta. Menurut Bupati, perpaduan antara budaya lokal dan potensi geopark merupakan dua pilar utama dalam membina karakter serta meningkatkan daya saing global pemuda Bondowoso.
Langkah ini beriringan dengan visi jangka panjang yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bondowoso 2025–2029, yaitu mewujudkan Bondowoso yang tangguh, unggul, berdaya saing global, dan berbudaya dalam bingkai keimanan dan ketakwaan. Ekosistem ini dibangun melalui perlindungan lingkungan hidup serta pelestarian kebudayaan inklusif berbasis kearifan lokal.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso, Gede Budiawan, S.Sos., M.Si., melaporkan bahwa antusiasme dunia pendidikan sangat tinggi dalam mensukseskan agenda tahunan ini.
Peserta pawai budaya hari ini mencatatkan sebanyak 4.125 siswa yang berasal dari 30 satuan pendidikan, mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA se-Kabupaten Bondowoso.
Menutup prosesi pelepasan, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mendukung kreativitas anak muda dan memeriahkan rangkaian peringatan Harjabo ke-207 dengan tetap mengutamakan kondusivitas. Masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga keamanan, ketertiban, serta kebersihan lingkungan di sepanjang jalur pertunjukan agar pawai dapat berlangsung aman, nyaman, dan berkesan bagi semua pihak.
Tulis Komentar