bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Festival Kopi Nusantara IX dan Tembakau 2026 kembali menjadi ruang perjumpaan hangat bagi para pelaku industri kopi, masyarakat, hingga penikmat komoditas unggulan dalam mengenalkan sekaligus memperkuat potensi kopi lokal. Suasana festival yang, tampil kian semarak dengan hadirnya Sabrang Mowo Damar Panuluh, atau yang akrab disapa Noe, vokalis dari band papan atas Letto, di Alun-alun Raden Bagus Assra, Senin (31/08/2026).
Dalam kunjungannya sebagai narasumber di Ngobrol Senja Festival Kopi Nusantara dan Tembakau 2026, Noe tampak didampingi narasumber lain diantaranya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, S.P., M.M., Fadli sebagai pegiat kopi di kawasan Kampung Kopi Kluncing Kecamatan Sumber Wringin, dan Ady sebagai Moderator, yang kesehariannya juga sebagai ADC Bupati Bondowoso, dihadiri pula Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso, Ir. Hergiar Yuli Pramanto, S.T., M.M., sekaligus mendampingi Noe saat menyusuri stan dan mencicipi aneka sajian kopi khas daerah berjuluk Kota Tape ini.
Kehadiran Noe pada ajang ini bukanlah yang pertama kali. Sebagai sosok yang menyukai ragam cita rasa Kopi Nusantara, ia mengaku terkesan dengan kekayaan varietas kopi Bondowoso yang sangat beragam.
Menurut Noe Keberagaman komoditas Kopi Bondowoso memiliki berbagai macam rasa, menarik semuanya, dan tinggal urusan selera.
Salah satu yang paling menyedot perhatiannya adalah varietas kopi endemik Indonesia asal wilayah timur Bondowoso yang diperkenalkan dalam festival tersebut. Saat mencicipinya, Noe memberikan apresiasi khusus atas karakter kekhasan rasa yang dihadirkan. Menurutnya, kopi tersebut memiliki daya tarik yang sangat kuat.
Pihaknya merasakan ini pekat tanpa bikin pusing, rasanya menarik mendeskripsikan sensasi rasa kopi endemik, dan tidak hanya menikmati kopi, Noe juga berkesempatan mencicipi tape, kuliner khas yang menjadi bagian vital dari identitas Bondowoso. Meski belum sempat menyajikannya secara bersamaan dengan kopi, pengalaman tersebut melengkapi keseruan kunjungannya di Festival Kopi Nusantara IX dan Tembakau 2026.
Lebih dari sekadar penikmat, Noe juga memberikan pandangan strategis terkait penguatan komoditas Kopi Bondowoso ke depan. Menurutnya, branding dan kualitas kopi yang dimiliki Bondowoso saat ini sudah berada pada fondasi yang amat kuat. Namun, ia menekankan bahwa keberlanjutan daya saing komoditas kopi tidak bisa hanya bertumpu pada kualitas produk semata, melainkan butuh penyokong ekosistem yang solid.
Kuatnya sebuah komoditas itu didukung oleh ekosistemnya, ekosistem legal, finansial, koneksi, hingga kampanye. Harapannya ekosistem yang sudah ada diperkuat, karena kopinya sendiri sudah kuat. Bahan dasar yang sudah kuat akan jadi jauh lebih kuat kalau ekosistemnya diperkuat.
Kehadiran sosok publik seperti Noe di Festival Kopi Nusantara IX memberikan perspektif baru bahwa keunggulan kopi Bondowoso tidak hanya terletak pada produk fisik di cangkir, melainkan pada potensi besar untuk merambah pasar yang lebih luas. Menutup kunjungannya, Noe menyampaikan pesan singkat penuh optimisme untuk masa depan kopi daerah tersebut, dan Kopi Bondowoso Harus terus merambah dunia.
Tulis Komentar