bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag, secara resmi menerima kunjungan kerja jajaran delegasi Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization / ILO) Kantor Pusat Geneva dan ILO Jakarta, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember serta Bank Jatim Cabang Bondowoso. Pertemuan tingkat tinggi tersebut berlangsung di Pringgitan Pendopo Raden Bagus Assra Bondowoso pada Kamis (22/10/2026).
Kunjungan kerja internasional ini dilaksanakan dalam rangka Tindak Lanjut Dukungan Project Fase 3 (Komoditas), yang difokuskan pada penguatan dan digitalisasi ekosistem rantai nilai komoditas kopi (Coffee Value Chain Ecosystem) di wilayah Kabupaten Bondowoso.
Dalam penerimaan audiens tersebut, Bupati Bondowoso didampingi oleh jajaran pejabat Pemkab Bondowoso, antara lain Plt. Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bondowoso, Hendri Widotono, SPt, MP., Staf Ahli Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan, Dodik Siregar, SE, MM., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, S.P., M.M., Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dr. Hari Cahyono, S.T., M.M., Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), Ir. Hergiar Yuli Pramanto, S.T., M.T.
Sementara itu, jajaran delegasi lembaga internasional dan mitra perbankan/regulator yang hadir meliputi Senior Technical Expert Financial Inclusion ILO Geneva, Yousra Hamed., Perwakilan ILO Jakarta, Thomas, Kepala OJK Jember, Aris Budiman, S.E., M.M., Kepala Bank Jatim Cabang Bondowoso, Heru Widodo, S.Psi.
Pertemuan ini membahas mengenai skema modernisasi ekosistem kopi daerah berbasis sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang dikembangkan oleh ILO dengan dukungan State Secretariat for Economic Affairs (SECO) Swiss. Program ini ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan inkusif bagi para petani kopi lokal serta memperkuat daya saing komoditas kopi Bondowoso di pasar global.
Dalam pemaparannya, penerapan aplikasi ERP akan mencakup integrasi data secara hulu ke hilir, meliputi profil petani, peta lahan, estimasi kapasitas produksi, sertifikasi standar mutu, hingga keterlacakan komoditas (traceability). Transparansi data transaksi digital ini diharapkan dapat menjadi rujukan valid bagi lembaga keuangan (seperti Bank Jatim) untuk menyalurkan kredit usaha (termasuk skema Warehouse Receipt Financing / Resi Gudang) tanpa memberatkan petani.
Dalam agenda rapat strategis tersebut, disepakati empat faktor kunci sukses (Key Success Factors) pengembangan pembiayaan ekosistem kopi di Kabupaten Bondowoso, yaitu Guaranteed Off-Takers, yakni Adanya kepastian dan jaminan pembeli (off-taker) hasil panen kopi, baik di tingkat lokal maupun industri kopi skala nasional dan internasional, Farmer Assistance Program atau Program pendampingan berkelanjutan untuk petani terkait Good Agricultural Practices (GAP) guna meningkatkan mutu serta pelatihan manajemen keuangan usaha, Digitalization of the Ecosystem melalui Optimalisasi rantai pasok berbasis aplikasi digital guna menjamin keakuratan data transaksi dari petani hingga ke pasar ekspor, serta Risk Mitigation dengan membuat Skema mitigasi risiko melalui asuransi mikro (Micro Insurance) dan asuransi pertanian parametrik guna melindungi petani dari dampak iklim dan risiko kredit.
Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi lintas sektor antara Pemkab Bondowoso, ILO, OJK, serta sektor perbankan. Beliau menegaskan komitmen Pemkab Bondowoso untuk mendukung penuh proses reaktivasi dan penguatan kelembagaan lokal agar digitalisasi rantai nilai kopi ini dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat, khususnya para petani kopi di Bondowoso.
Pertemuan dilanjutkan dengan sesi diskusi teknis antar-instansi guna menyusun langkah taktis integrasi program kerja Fase 3, yang diharapkan dapat menjadi percontohan (pilot project) pembiayaan inklusif komoditas pertanian berbasis digital di Jawa Timur.
Tulis Komentar