bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan sikap terbuka terhadap kritik dan aspirasi yang disampaikan oleh elemen mahasiswa sebagai bagian dari proses demokrasi dan pembangunan daerah. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., saat menemui puluhan mahasiswa di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Bondowoso pada Kamis (5/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi oleh pimpinan DPRD, Kapolres Bondowoso, Sekretaris Daerah Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil’I., serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dialog yang berlangsung hangat ini menjadi ruang diskusi langsung antara pembuat kebijakan dan penyambung lidah masyarakat.
Menanggapi aspirasi mahasiswa terkait pembangunan infrastruktur, Bupati Bondowoso menyampaikan bahwa isu tersebut memang menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Apa yang disuarakan oleh rekan-rekan mahasiswa, khususnya terkait pembangunan infrastruktur dan pengelolaan anggaran, pada dasarnya sejalan dengan perhatian kami. Berbagai survei menunjukkan bahwa masyarakat sangat mengharapkan prioritas pada pembangunan jalan sebagai indikator nyata kinerja pemerintah.
Pihaknya menambahkan bahwa Pemerintah Daerah bersama DPRD terus berupaya mendorong percepatan pembangunan infrastruktur agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.
Terkait kritik mahasiswa mengenai komposisi belanja pegawai yang dinilai lebih besar daripada belanja modal, Bupati memberikan penjelasan komprehensif mengenai batasan regulasi nasional. Sesuai ketentuan, pemerintah daerah diwajibkan melakukan penataan agar belanja pegawai dapat ditekan hingga maksimal 30 persen pada tahun 2027.
Namun, Bupati menekankan bahwa proses rasionalisasi tersebut tidak bisa dilakukan secara instan karena mempertimbangkan aspek kemanusiaan.
Kesejahteraan PPPK, Pemerintah berkomitmen menjaga nasib tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kemandirian Fiskal Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, pemkab terus berupaya mencari sumber pembiayaan tambahan dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi, serta memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bupati juga memaparkan tantangan pengelolaan keuangan daerah yang sering kali terdampak oleh dinamika kebijakan nasional, seperti potensi pengurangan transfer anggaran ke daerah. Oleh karena itu, masukan dari mahasiswa dinilai sangat berharga sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun strategi pembangunan yang lebih tangguh.
Bupati menyambut baik gagasan dan masukan dari rekan-rekan mahasiswa. Ini adalah bentuk kepedulian yang positif. Dialog terbuka seperti ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Bondowoso.
Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjaga komunikasi yang konstruktif demi kemajuan Bondowoso.
Tulis Komentar