bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar forum silaturahmi strategis bertajuk "Bondowoso Memanggil" di Pendopo Raden Bagus Assra, Jumat (27/03/2026). Forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dengan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi di tengah dinamika ekonomi global yang kian menantang.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Safi’i, S.E., Sekretaris Daerah Dr. H. Fatur Rozi, M.Fil'I, jajaran Staf Ahli, Asisten, kepala OPD, serta tokoh masyarakat, akademisi, mahasiswa, dan pegiat sosial.
Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., menekankan pentingnya membangun dialog konstruktif dan kolaboratif. Meski pertumbuhan ekonomi Bondowoso tercatat berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur, Bupati memberikan peringatan mengenai potensi dampak kondisi geopolitik global terhadap keuangan daerah.
Bupati menyoroti kenaikan harga minyak dunia yang mendekati 100 dolar AS per barel—bahkan berisiko menembus 150 dolar AS jika konflik geopolitik memburuk. Kondisi ini memicu defisit APBN yang berujung pada penyesuaian anggaran di tingkat daerah.
Kita harus mulai menyiapkan langkah efisiensi dan simulasi kebijakan, dari skenario optimis hingga terburuk. Adaptasi manajemen krisis sangat penting untuk menjaga stabilitas daerah dan melindungi masyarakat.
Sebagai langkah antisipatif, Pemkab Bondowoso mulai mengkaji kebijakan efisiensi energi, termasuk opsi penerapan Work From Anywhere (WFA) bagi ASN guna penghematan operasional, serta mendorong gerakan pemanfaatan lahan rumah tangga untuk memperkuat ketahanan pangan lokal di tengah isu kelangkaan energi nasional.
Di tengah tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso secara resmi memaparkan arah kebijakan pembangunan tahun 2026 dengan tema “Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Inovasi dan Kemandirian Menuju Pertumbuhan Inklusif dan Berkelanjutan.”
Seperti yang dipaparkan Sekretaris Daerah, Kabupaten Bondowoso mencatatkan tren positif pada berbagai indikator makro sepanjang tahun 2025.
Pertumbuhan Ekonomi Mengalami akselerasi menjadi 5,32% (naik dari 4,87% di tahun sebelumnya), Penurunan Kemiskinan Berhasil ditekan menjadi 12,20%, Pemerataan Pendapatan Indeks Gini turun signifikan dari 0,333 menjadi 0,271, menempatkan Bondowoso dalam kategori ketimpangan rendah, Kemandirian Desa mengalami Lonjakan signifikan jumlah Desa Mandiri, dari 6 desa (2021) menjadi 47 desa (2025).
Sedangkan Untuk mendukung visi "Bondowoso Tangguh, Unggul, Berdaya Saing Global dan Berbudaya", sejumlah program Quick Wins telah disiapkan, antara lain Hilirisasi & UMKM melalui Pembentukan 1.000 kelompok usaha baru dan penguatan Rumah Kreatif Milenial (Kreanial), di Sektor Pertanian melalui Peluncuran program "1 Desa 1 Klinik Pertanian", asuransi petani (ASTANI), dan bantuan pupuk gratis, melalui Transformasi Digital dengan Rebranding pariwisata melalui "BRK Reborn" dan digitalisasi situs (Digisata) untuk mendukung Ijen Geopark.
Selain itu, di sektor Kesejahteraan Sosial juga mendapat perhatian, dengan dilakukan Pemberian 10.000 beasiswa pintar, jaminan kesehatan gratis (Jamin Segar), serta program makan bergizi bagi ibu hamil dan menyusui.
Di sektor infrastruktur, melalui program "Rantas" (Infrastruktur Jalan Tuntas), Pemkab berkomitmen meningkatkan kemantapan jalan yang saat ini telah mencapai 67,58% dari total 1.039 km jalan kabupaten, guna memacu aksesibilitas kawasan agropolitan.
Pemerintah Kabupaten menetapkan target indikator makro 2026 yang optimis namun terukur, yakni pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,61% – 5,33% dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 72,54.
Forum "Bondowoso Memanggil" diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi wadah berkelanjutan untuk menyerap aspirasi rakyat demi mewujudkan Bondowoso yang mandiri dan sejahtera.
Tulis Komentar