bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bondowoso tahun 2026 kini memasuki fase yang semakin kompetitif. Bertempat di GOR Pelita pada Rabu (8/4), atmosfer kedisiplinan terpancar kuat saat para peserta mulai menjalani rangkaian tes lanjutan yang akan menentukan masa depan mereka sebagai pengawal Sang Merah Putih.
Setelah melewati tahapan tes kesehatan yang ketat, tercatat sebanyak 121 peserta—terdiri dari 70 siswa dan 51 siswi—masih bertahan untuk memperebutkan posisi terbaik. Angka ini merupakan hasil penyaringan dari total 155 peserta awal. Dengan kuota akhir yang hanya menyediakan tempat bagi 72 orang, persaingan dipastikan akan sangat ketat karena lebih dari separuh peserta harus bersiap menghadapi eliminasi di tahap-tahap akhir.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bondowoso, Ahmad, S.H., dalam arahannya menegaskan bahwa standar penilaian tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Menurutnya, Paskibraka bukan sekadar baris-berbaris, melainkan representasi dari karakter generasi muda bangsa.
Seleksi tahun ini tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan fisik semata. Kami mencari sosok yang memiliki kedisiplinan tinggi, tanggung jawab, serta integritas yang tak tergoyahkan. Disiplin yang ditunjukkan sejak awal proses adalah indikator penting dalam penilaian kami.
Sesuai dengan regulasi yang ditetapkan, formasi Paskibraka Kabupaten Bondowoso tahun 2026 akan berjumlah 72 orang, dengan komposisi yang seimbang yakni 36 putra dan 36 putri. Namun, perjuangan tidak berhenti di tingkat kabupaten. Ahmad menjelaskan bahwa tim seleksi juga tengah memantau bibit-bibit unggul untuk diproyeksikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dari 72 orang yang terpilih nantinya, dua pasang terbaik akan kami persiapkan secara khusus sebagai calon Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur. Ini adalah peluang emas bagi putra-putri terbaik Bondowoso untuk membawa nama harum daerah di kancah regional.
Kepala Bakesbangpol turut memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para peserta yang telah berjuang hingga tahap ini. Beliau mengingatkan bahwa menjadi anggota Paskibraka adalah sebuah amanah besar yang memikul beban moral dan patriotisme, terutama saat bertugas pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia mendatang.
Tugas seorang Paskibraka bukan sekadar lolos seleksi atau mengenakan seragam kebanggaan. Ada tanggung jawab besar di pundak mereka untuk menjaga marwah Sang Merah Putih.
Menutup arahannya, Kepala Bakesbangpol berharap seluruh rangkaian seleksi ini dapat berjalan dengan transparan, lancar, dan memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter para peserta, terlepas dari hasil akhirnya nanti. Semangat yang terbangun diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Bondowoso.
ya seharusnya seperti itu, dijaman gen z ini, diharapkan untuk menghindari dan menjauhkan diri kita ini dari Korupsi, kolusi dan Nipotisme , sehingga menghasilkan gen z z z yang tangguh, dan bernasionalisme tinggi
Tulis Komentar