bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen penuh untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen agar memberikan dampak pembangunan yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. Langkah strategis ini mencakup percepatan peningkatan infrastruktur jalan kawasan, penguatan pemberdayaan masyarakat desa terdampak, hingga pengembangan inovasi hilirisasi kopi berbasis energi hijau panas bumi.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I., saat menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, didampingi Plt. Asisten II dan Kepala Bagian Perekonomian Setda Bondowoso, secara daring dari Command Center Setda Bondowoso, Selasa (20/10/2026).
Dalam paparannya, Sekda Bondowoso menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Medco Cahaya Geothermal (MCG) atas kontribusi dan investasi berkelanjutannya melalui pengembangan PLTP Ijen. Kendati demikian, Pemkab Bondowoso menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar keberadaan proyek strategis nasional ini tidak hanya berdampak pada indikator makro, tetapi manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Kabupaten Bondowoso sendiri telah menerima manfaat fiskal dari pengusahaan panas bumi melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Sumber Daya Alam Panas Bumi dan Bonus Produksi, yang sejauh ini telah dialokasikan sesuai ketentuan regulasi untuk mendukung pembangunan daerah, termasuk sektor infrastruktur.
Diharapkan, manfaat keberadaan PLTP Ijen tidak hanya dirasakan melalui penerimaan daerah, tetapi juga dapat dirasakan secara langsung dan nyata oleh masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan terdampak.
Salah satu poin krusial yang diangkat Pemkab Bondowoso adalah percepatan pemeliharaan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan menuju dan di kawasan Ijen. Tingginya frekuensi mobilisasi kendaraan berat untuk mendukung operasional proyek memerlukan dukungan infrastruktur jalan yang tangguh dan berkualitas.
Lebih lanjut, Kawasan Ijen memiliki peran ganda yang sangat strategis, selain menjadi pusat pengembangan energi terbarukan, wilayah ini merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Oleh karena itu, Pemkab Bondowoso mengusulkan adanya dukungan konkret dari pemerintah pusat untuk program preservasi dan pembenahan infrastruktur jalan kawasan secara berkelanjutan. Sinergi ini dinilai vital agar aktivitas PSN dapat berjalan selaras dan saling mendukung dengan pertumbuhan pariwisata serta kelancaran mobilitas warga lokal.
Pemberdayaan Desa Ring Satu dan Usulan Pemanfaatan Energi Panas Bumi (Direct Use) untuk Hilirisasi Kopi
Selain aspek infrastruktur, Pemkab Bondowoso memberikan perhatian khusus pada program pemberdayaan masyarakat desa yang berada di sekitar wilayah operasional, seperti Desa Kalianang yang menjadi wilayah ring satu dan desa binaan. Pemerintah daerah berharap pola koordinasi dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat ditingkatkan agar warga lokal mendapatkan manfaat langsung secara inklusif.
Sebagai terobosan baru, Pemkab Bondowoso secara resmi mengusulkan kajian pemanfaatan langsung (direct use) energi panas bumi untuk mendukung sektor produktif daerah, khususnya hilirisasi industri kopi. Sebagai daerah yang menyandang julukan "Republik Kopi", Bondowoso memiliki komoditas unggulan Kopi Arabika Ijen-Raung yang berpotensi besar ditingkatkan nilai tambah dan daya saingnya melalui inovasi teknologi pengolahan berbasis energi termal terbarukan.
Pemkab Bondowoso berharap pemerintah pusat dapat memfasilitasi kajian teknis serta proyek percontohan (pilot project) pemanfaatan energi panas bumi untuk industri kopi masyarakat. Jika terbukti ekonomis dan efisien secara teknis, inovasi ini diyakini mampu memperkuat struktur pengolahan kopi lokal, membuka lapangan kerja baru, serta menaikkan taraf hidup petani dan pelaku UMKM di kawasan Ijen.
Untuk memastikan pemerataan manfaat pembangunan energi terbarukan, Pemkab Bondowoso turut mengusulkan penguatan program bantuan sambungan listrik bagi rumah tangga prasejahtera di desa-desa sekitar kawasan operasional proyek. Pemkab mendorong terwujudnya sinergi kolaboratif antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Perusahaan Pengelola PLTP Ijen, dan PT PLN (Persero).
Dukungan kolaboratif tersebut diharapkan mencakup Bantuan biaya penyambungan listrik rumah tangga prasejahtera, Penyediaan Penerangan Jalan Umum (PJU) kawasan desa, dan Dukungan keandalan kelistrikan untuk fasilitas publik dan sosial di perdesaan.
Menanggapi berbagai usulan strategis Pemkab Bondowoso, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI, Dr. Priatin Hadi Wijaya, S.T., M.T., menyatakan bahwa usulan dukungan masyarakat, perluasan akses listrik, serta pemanfaatan langsung (direct use) panas bumi akan ditindaklanjuti melalui kajian dan pembahasan antarkementerian yang lebih mendalam.
Menurutnya, pengembangan direct use merupakan salah satu wacana strategis nasional untuk meningkatkan dampak kebermanfaatan energi geotermal. Pihaknya menyambut baik usulan kawasan Ijen dan menegaskan pentingnya kajian komprehensif yang memperhitungkan kondisi teknis, kebutuhan riil masyarakat, serta potensi pertumbuhan ekonomi lokal.
Sementara itu, Senior Manager External Relation sekaligus Corporate Secretary Medco Power Indonesia, Ibnu Nurzaman, menyampaikan bahwa pihaknya telah dan terus berkomitmen mendukung pengembangan UMKM kopi lokal di Bondowoso melalui pendampingan pemasaran, penguatan branding, pelatihan, hingga promosi pada berbagai ajang internasional.
Terkait usulan pemanfaatan langsung energi termal (direct use), Ibnu menjelaskan bahwa skema operasional PLTP Ijen saat ini difokuskan pada pengoptimalan uap dan brine untuk pembangkitan energi listrik. Meski demikian, pihaknya menyambut terbuka peluang untuk melakukan studi bersama dengan konsultan ahli serta berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan daerah guna mengidentifikasi kelayakan teknis dan ekonomis pengembangan direct use di masa mendatang.
Melalui forum evaluasi berkala ini, Pemkab Bondowoso optimistis sinergi yang kokoh antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan PT Medco Cahaya Geothermal dapat mewujudkan kelancaran PSN sekaligus menghadirkan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bondowoso.
Tulis Komentar