bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Rabu pagi (20/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso dan diikuti peserta dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i, S.E., memimpin jalannya prosesi upacara dengan penuh wibawa. Sementara itu, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Bondowoso tampak hadir lengkap di panggung kehormatan.
Turut hadir dalam Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten Sekretaris Daerah, Seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Para Camat se-Kabupaten Bondowoso.
Pelaksanaan upacara semakin terasa dengan keterlibatan peserta upacara yang merepresentasikan sinergi lintas sektor di Bondowoso. Barisan upacara dipenuhi oleh unsur personel TNI, POLRI, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bondowoso, serta generasi muda yang diwakili oleh jajaran Mahasiswa dan Pelajar.
Dalam momen inti upacara, Wakil Bupati As'ad Yahya Syafi'i membacakan amanat tertulis dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menteri KOMDIGI RI). Sesuai dengan tantangan zaman, amanat tahun ini menekankan pentingnya memaknai kebangkitan nasional melalui penguasaan teknologi, inovasi, dan kedaulatan digital.
Dalam sambutan yang dibacakannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini, merupakan momentum fundamental berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Peristiwa ini disebut sebagai "fajar menyingsing" bagi kesadaran berbangsa. Saat itu, kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi modern, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan fisik.
Esensi "kebangkitan" saat ini adalah keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Di tahun 2026 ini, tantangan bangsa Indonesia telah bergeser, Dari tantangan kedaulatan teritorial di masa lalu, menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital di masa kini.
Tema tahun ini memberikan perhatian besar pada generasi muda ("Tunas Bangsa") sebagai pemegang estafet masa depan. Di tengah masifnya arus teknologi global, menjaga dan membimbing generasi muda agar cakap digital, berkarakter, serta tetap mencintai tanah air adalah kunci utama untuk mempertahankan kedaulatan NKRI.
Kebangkitan Nasional bukanlah milik segelintir kelompok, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia. Perubahan besar bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, yang pada akhirnya akan membawa kejayaan bagi bangsa Indonesia di kancah dunia.
Sambutan ditutup dengan ajakan untuk terus menjaga kobaran semangat kebangkitan, bergotong-royong, dan berkontribusi positif di bidang masing-masing demi kemajuan Indonesia.
Wakil Bupati turut memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh elemen yang hadir. Menurutnya, kehadiran lengkap dari unsur FORKOPIMDA hingga tingkat pelajar menunjukkan komitmen kuat dan kebersamaan yang kokoh di Kabupaten Bondowoso.
Kebangkitan daerah hanya bisa dicapai jika ada sinergi. Hari ini kita melihat TNI, POLRI, ASN, hingga adik-adik mahasiswa dan pelajar berdiri bersama. Ini adalah modal sosial terbesar kita untuk membangun Bondowoso yang lebih maju, sejahtera, dan melek digital.
Tulis Komentar