bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Bondowoso kembali menggelar Pengajian Mahabudiman VII mengusung tema "Berhijrah dari Manusia Biasa Menjadi Insan Kamil yang Diridhai", di Pendopo Raden Bagus Assra, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan yang menjadi agenda rutin dua bulanan tersebut menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatut Ta'limiyah Pamekasan, Madura, KH. Musleh Adnan, sebagai penceramah. Turut hadir Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., Wakil Bupati As'ad Yahya Safi'i, S.E., Ketua Tim Penggerak PKK Bondowoso Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah, A.P., S.Ag., M.MPub., M.Si., Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, staf ahli bupati, para asisten, kepala perangkat daerah, kepala bagian Setda, serta camat se-Kabupaten Bondowoso.
Dalam tausiyahnya, KH. Musleh Adnan mengajak jamaah untuk menjadikan hijrah sebagai proses memperbaiki kualitas diri menuju pribadi yang diridhai Allah SWT. Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlak, sehingga peran ayah dan ibu harus berjalan saling melengkapi.
Ia menekankan bahwa ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anak. Karena itu, perempuan perlu terus memperkuat keimanan dan memperluas ilmu melalui majelis taklim agar mampu menjalankan perannya sebagai pendidik utama di lingkungan keluarga.
Jika seorang ibu terus belajar dan memperkuat ilmu agama, maka ia akan menjadi pilar yang melahirkan generasi berkarakter dan berakhlak mulia.
Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK yang secara konsisten menyelenggarakan Pengajian Mahabudiman sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas spiritual masyarakat serta ketahanan keluarga.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengucapkan terima kasih kepada TP PKK yang terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menebarkan kemaslahatan melalui kegiatan keagamaan dan aksi sosial. Ketahanan spiritual yang kuat akan menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang selaras, efektif, dan tepat sasaran.
Ia juga menegaskan bahwa keluarga merupakan institusi pendidikan pertama bagi setiap anak. Oleh sebab itu, pemberdayaan perempuan, khususnya para ibu, menjadi bagian penting dalam mencetak generasi yang unggul.
Ketua Tim Penggerak PKK Bondowoso, Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah, menjelaskan bahwa Pengajian Mahabudiman merupakan program pembinaan yang diselenggarakan secara berkelanjutan setiap dua bulan sekali. Program ini menjadi bagian dari komitmen TP PKK dalam mendukung prioritas pembangunan daerah melalui penguatan karakter keluarga, pemberdayaan perempuan, peningkatan literasi keagamaan, hingga edukasi pencegahan pernikahan usia dini.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan TP PKK mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan Kabupaten Bondowoso.
Melalui Pengajian Mahabudiman VII, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap nilai-nilai keislaman, semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik, serta penguatan peran keluarga dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai bekal membangun Bondowoso yang religius, harmonis, dan berdaya saing.
Tulis Komentar