bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., secara resmi menerima kunjungan audiensi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember di Pringgitan Pendopo Raden Bagus Assra, Rabu,(15/04/2026).
Pertemuan strategis ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah dalam menjaga stabilitas ekonomi makro di tingkat daerah serta mendorong pertumbuhan sektor riil yang berkelanjutan melalui berbagai program kolaboratif.
Dalam audiensi tersebut, fokus utama pembahasan mencakup tiga pilar krusial, pengendalian inflasi daerah, pengembangan UMKM naik kelas, hingga percepatan digitalisasi sistem pembayaran di wilayah Bondowoso.
Komitmen Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Bank Indonesia Jember terus memperkuat sinergi dari hulu hingga hilir guna menjaga stabilitas harga pangan. Sebagai bentuk nyata, sepanjang tahun 2024 hingga awal 2026, telah disalurkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) kepada sejumlah kelompok tani. Salah satu realisasi terbaru pada 27 Maret 2026 adalah pemberian 2 unit cultivator, 1 unit mesin APPO, dan 800 kg bibit bawang merah kepada Poktan Sumberarum III di Desa Rejoagung untuk mendukung produksi komoditas pangan strategis.
Bupati Bondowoso memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif Bank Indonesia dalam mendampingi pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). "Sinergi ini bukan sekadar kemitraan formal, melainkan kebutuhan strategis untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga melalui penguatan rantai pasok lokal.
Akselerasi Digitalisasi dan Kemandirian Ekonomi Selain sektor pertanian, audiensi ini menyoroti perluasan ekosistem digital melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di berbagai sektor, termasuk pasar tradisional, pariwisata, hingga lingkungan pesantren. Rencana ke depan mencakup pembentukan "Pondok Pesantren Digital" yang mengimplementasikan QRIS untuk transaksi di kantin dan koperasi, serta program "Masjid Go-Digital" untuk mendigitalisasi pengelolaan infak, zakat, dan wakaf.
Dukungan terhadap akseptasi digital juga telah diwujudkan melalui pemberian bantuan perangkat IT seperti laptop dan proyektor kepada Pokdarwis Desa Wisata Organik Lombok Kulon dan Ponpes Al-Ishlah Bondowoso pada akhir tahun 2025.
Kepala KPw Bank Indonesia Jember, Iqbal Reza Nugraha menjelaskan, Rencana Sinergi Masa Depan Menyongsong sisa tahun 2026, KPwBI Jember dan Pemkab Bondowoso telah menyusun serangkaian rencana aksi strategis, di antaranya Penyelenggaraan Pre-Event SAMARA 2026, Meliputi seminar ekonomi syariah, showcase UMKM, dan sertifikasi halal bagi produk makan minum di Kabupaten Bondowoso.
Peningkatan Produktivitas, melalui Pelatihan digital farming dan demplot bawang merah bekerja sama dengan pakar akademisi.
Penguatan Kapasitas TPID, Melalui pelatihan teknis pengendalian inflasi berbasis data (forecasting dan early warning system) serta benchmarking ke daerah dengan praktik terbaik.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus mengoptimalkan forum High Level Meeting (HLM) sebagai wadah pengambilan keputusan strategis yang berbasis data guna mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Bondowoso.
Tulis Komentar