bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso resmi mengambil langkah strategis dan proaktif dalam memperkuat reputasi, daya saing, serta integrasi promosi daerah melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dan Sosialisasi Penyusunan Blueprint Smart Branding Kabupaten Bondowoso Tahun Anggaran 2026. Agenda penting yang menjadi fondasi penguatan city branding daerah ini diselenggarakan di Ruang Rapat Sabha Bina Praja, Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, pada Senin (12/10/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten III (Administrasi Umum) Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Haeriah Yuliati, S.Sos., M.M., bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bondowoso, Dwi Wahyudi, S.Sos., M.M. Forum ini dihadiri oleh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat dari seluruh wilayah Kabupaten Bondowoso, serta berbagai elemen pemangku kepentingan (stakeholders) di lingkungan Pemkab Bondowoso.
Dalam sambutannya mewakili Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Asisten Administrasi Umum Haeriah Yuliati menegaskan bahwa Bondowoso memiliki modal sosial, budaya, dan ekonomi yang sangat melimpah dengan karakter identitas yang kuat dan khas. Potensi besar tersebut mencakup kekayaan alam berskala internasional seperti Ijen Geopark yang telah diakui secara global (UNESCO Global Geopark), julukan kebanggaan "Bondowoso Republik Kopi", tradisi kebudayaan "Kota Tape", seni pertunjukan lokal Singo Ulung, hingga beragam potensi pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif.
Namun, Haeriah menekankan bahwa keberagaman potensi tersebut membutuhkan pengintegrasian narasi agar daya jangkau promosi daerah dapat berjalan lebih masif dan efektif.
Dalam kerangka Smart City, Smart Branding bukan sebatas membuat logo, slogan, atau tampilan visual semata. Lebih dari itu, Smart Branding adalah strategi terpadu dan berkelanjutan untuk membangun reputasi daerah, memperkuat ekosistem pariwisata (Tourism Branding), mendorong iklim investasi (Business Branding), serta menata wajah kota (City Appearance)," ujar Haeriah di hadapan peserta FGD.
Pihaknya juga memaparkan data peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bondowoso yang mencatatkan angka signifikan mencapai lebih dari 611 ribu jiwa pada tahun 2024. Peningkatan ini dipandang sebagai momentum dan peluang ekonomi besar yang harus ditangkap secara optimal untuk menggerakkan perekonomian lokal, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Oleh karena itu, seluruh OPD diimbau untuk mengikis ego sektoral dan menyatukan langkah agar dokumen Blueprint yang disusun menjadi panduan aksi nyata (action plan) yang terukur dan diimplementasikan secara konsisten.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bondowoso, Dwi Wahyudi, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan penyusunan dokumen pengarah ini berlandaskan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bondowoso Tahun 2025–2029. Pembangunan city branding ini ditujukan untuk mendukung pencapaian visi utama daerah, yaitu "Mewujudkan Bondowoso Tangguh, Unggul, Berdaya Saing Global dan Berbudaya dalam Bingkai Keimanan dan Ketakwaan".
Dokumen Blueprint ini disusun sebagai peta jalan (roadmap), penyatuan narasi promosi, serta pembagian peran lintas sektor yang realistis dan terukur untuk periode 2026–2030. Penyusunan ini didukung oleh anggaran APBD 2026 melalui DPA Diskominfo sebesar Rp320.000.000,- dan dilaksanakan selama 12 minggu oleh tim ahli berpengalaman di bidang kebijakan publik, perencanaan wilayah, dan pemasaran.
Pada sesi diskusi dan sosialisasi, Pemkab Bondowoso menghadirkan Hary Kusdaryanto selaku Ketua Tim Penyusun Blueprint Smart Branding beserta jajaran tim tenaga ahli. Dalam paparannya, Hary menjabarkan pendekatan metodologis yang digunakan untuk merumuskan positioning dan diferensiasi daerah secara komprehensif.
Metode pekerjaan mencakup assessment pemetaan potensi, analisis SWOT/TOWS, benchmarking, wawancara mendalam (in-depth interview), hingga pelaksanaan survei persepsi publik terbatas dan observasi lapangan di simpul-simpul prioritas branding.
Melalui rangkaian FGD dan kolaborasi aktif antar-OPD serta para pemangku kepentingan ini, Penyusunan Blueprint Smart Branding Kabupaten Bondowoso Tahun 2026 diharapkan mampu melahirkan arahan komunikasi publik, panduan narasi besar, dan marketing tools terpadu. Dokumen ini kelak akan menjadi acuan resmi bersama bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan masyarakat luas dalam mewujudkan kemajuan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat Bondowoso secara berkelanjutan.
Tulis Komentar