bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Perhutani memperkuat sinergi pengelolaan potensi daerah melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) bidang pariwisata dan penyerahan perjanjian kerja sama agroforestry kopi di Kecamatan Sumber Wringin, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., jajaran Forkopimda, Administratur Perhutani Bondowoso Misbakhul Munir, Sekretaris Daerah Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I., staf ahli bupati, Asisten III Setda, kepala perangkat daerah, kepala bagian Setda, serta Camat Sumber Wringin.
Selain penandatanganan kerja sama, pemerintah juga menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat, meliputi bibit kopi arabika dan robusta, benih padi serta jagung melalui program Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU), paket bantuan cangkul Program Belati, hingga bantuan pestisida bagi kelompok tani.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan Bupati bersama Forkopimda ke peternakan sapi perah, kawasan petik kopi, Central Specialty Coffee Arabika, serta aset eks Stasiun TVRI yang telah dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan, kegiatan petik kopi menjadi penanda komitmen pemerintah menghidupkan kembali identitas Bondowoso sebagai Republik Kopi. Menurutnya, potensi kopi Bondowoso harus dikelola secara terpadu mulai dari hulu hingga hilir agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Pihaknya ingin membangun kembali konsep strategis perkopian Bondowoso secara menyeluruh. Mulai dari budidaya, pendampingan, pembiayaan, standardisasi, pemasaran hingga memperkuat jejaring dengan para pembeli. Seluruh potensi harus disinergikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso telah memperoleh dukungan fasilitasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penyelenggaraan High Level Meeting sektor kopi sebagai bagian dari penguatan ekosistem komoditas unggulan daerah.
Terkait kerja sama agroforestry, Bupati menjelaskan bahwa program tersebut merupakan upaya mengoptimalkan kawasan hutan yang mencapai sekitar 60 persen dari luas wilayah Bondowoso agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Administratur Perhutani Bondowoso Misbakhul Munir menyampaikan bahwa kerja sama agroforestry yang diserahkan pada kesempatan tersebut mencakup lahan seluas 343 hektare dengan melibatkan 141 petani. Selain itu, kerja sama pengelolaan wisata di kawasan hutan juga diperpanjang sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor pariwisata berbasis alam.
Menurutnya, hingga saat ini kerja sama antara Perhutani dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) telah mencakup 56 desa dengan sekitar 8.980 petani yang terdata dan berpotensi terus bertambah seiring proses pendataan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso Mulyadi, S.P., M.M. melaporkan berbagai program bantuan pemerintah yang telah direalisasikan sepanjang semester pertama 2026. Diantaranya penyaluran benih unggul padi kepada 1.014 kelompok tani seluas 12.610 hektare, benih jagung kepada 533 kelompok tani seluas 11.780 hektare, serta bantuan pestisida kepada 888 kelompok tani.
Selain itu, Kabupaten Bondowoso juga memperoleh bantuan pengembangan perkebunan kopi seluas 1.700 hektare berupa bibit kopi arabika dan robusta, serta program pengembangan tebu seluas 2.352 hektare dari Kementerian Pertanian.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Perhutani, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan pengembangan sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan pariwisata mampu berjalan secara terpadu sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bondowoso.
Tulis Komentar