bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso kembali menunjukkan komitmen nyata dalam memeratakan akses pelayanan publik melalui program inovatif Sehari “Bangga Berbangsa” (Sambang Warga, Beri Pelayanan, Bangun Solidaritas). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan daerah ini dipusatkan di Dusun Biser, Desa Gubrih, Kecamatan Wringin, pada Jumat (24/04/2026).
Langkah jemput bola ini dilakukan sebagai wujud kehadiran negara di wilayah-wilayah yang tergolong Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T), sekaligus untuk memperkuat ikatan emosional dan solidaritas antara pemerintah dengan masyarakat di pelosok desa.
Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., bersama Wakil Bupati As’ad Yahya Safi’i, S.E., memimpin rombongan yang terdiri dari para Asisten, Staf Ahli, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati serta Jajarannya bukan sekadar seremoni formal, melainkan rangkaian aksi nyata yang menyentuh berbagai aspek kehidupan warga, mulai dari Pendidikan dengan melakukan Peninjauan kondisi sarana prasarana di SDN Banyuwulu 2 dan SDN Banyuwulu 4.
Selain spek Pendidikan, aspek Kesehatan & Pertanian juga menjadi perhatian, dengan Pemberian layanan kesehatan gratis bagi warga, pemeriksaan hewan ternak, hingga aksi penanaman jagung bersama petani setempat, termasuk aspek Sosial dengan Penyaluran bantuan pangan serta alat mesin pertanian (alsintan) guna menunjang produktivitas ekonomi lokal.
Bupati menegaskan bahwa Dusun Biser dipilih untuk memastikan tidak ada warga Bondowoso yang merasa tertinggal dalam mendapatkan layanan dasar.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati serta jajarannya di sini adalah upaya nyata untuk menyerap aspirasi sekaligus memastikan pelayanan publik benar-benar menjangkau wilayah 3T. Saya sangat terkesan dengan semangat gotong royong warga Biser meski akses geografis terbatas, kekompakan mereka luar biasa.
Camat Wringin, Misyono, S.Pd., menjelaskan bahwa program ini memiliki filosofi yang mendalam. Secara harfiah, "Bangga Berbangsa" bertujuan memupuk kembali rasa patriotisme dan nasionalisme dari akar rumput (dusun). Secara akronim, program ini adalah manifestasi dari Sambang Warga, Beri Pelayanan, dan Bangun Solidaritas.
Selama ini warga harus mengeluarkan biaya transportasi dan waktu ekstra untuk mengurus administrasi ke kecamatan. Dengan program ini, semua layanan dibawa langsung ke dusun, sehingga beban masyarakat berkurang signifikan.
Kepala Desa Gubrih, Abdul Bahri, menyambut baik langkah progresif Pemkab Bondowoso. Ia memaparkan bahwa dengan penduduk sekitar 2.500 jiwa yang tersebar di enam dusun, akses kesehatan masih menjadi tantangan utama, terutama bagi ibu hamil dan lansia di Dusun Biser yang harus menempuh jarak berkilo-kilometer.
Pihaknya sangat berharap adanya penempatan tenaga kesehatan tetap di Dusun Biser. Selain itu, kami juga ingin mengenalkan potensi wisata 'di atas awan' yang ada di perbukitan kami agar ke depan bisa dikembangkan untuk mendongkrak ekonomi warga.
Merespons hal tersebut, Bupati berjanji akan segera menindaklanjuti aspirasi warga, termasuk peningkatan akses pendidikan dan dukungan transportasi bagi tenaga pendidik melalui koordinasi lintas sektor.
Program Sehari "Bangga Berbangsa" adalah inisiatif unggulan Pemkab Bondowoso untuk mengintegrasikan layanan birokrasi, sosial, dan ekonomi dalam satu hari kegiatan di tingkat desa/dusun. Program ini menjadi instrumen penting bagi Pemerintah Kabupaten untuk melakukan validasi data lapangan sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia di wilayah perdesaan.
Tulis Komentar