bondowosokab.go.id, Bondowoso, 3 Oktober 2026 — Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pendopo Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan Community-Driven Digital Storytelling Intergenerational untuk memperkuat regency branding Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Henny Saptatia Drajati Nugrahani, S.S., M.A., Ph.D., Ketua Departemen Kajian Strategik Global dan Kewilayahan (KSGK) sekaligus Ketua Program Studi S2 Kajian Wilayah Eropa, SPPB UI. Program ini dilaksanakan bersama tim dosen SPPB UI yang memiliki latar belakang keilmuan dan kepakaran yang beragam.
Dalam pelaksanaannya, Henny Saptatia Drajati Nugrahani, Ph.D. didukung oleh Mohamad Dian Revindo, Ph.D., Ketua Klaster Riset T-SMART Lab. sekaligus Wakil Direktur LPEM UI, yang merupakan Dosen Tetap SPPB UI, serta para dosen dan anggota klaster riset SPPB UI, yaitu Dr. Lita Sari Barus, Dr. David Ronald Tairas, Susy Ong, Ph.D., Jelang Ramadhan, Ph.D., Dr. Shobichatul Aminah, dan Dr. Puspitasari.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Dwi Wahyudi, S.Sos., M.M., dan diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai kelompok generasi, yaitu Generasi X, Milenial, Z, dan Generasi Alpha.
Keterlibatan empat kelompok generasi tersebut menjadi salah satu karakter utama kegiatan. Program tidak hanya menempatkan generasi muda sebagai penerima pengetahuan, tetapi mendorong terciptanya ruang kolaborasi antargenerasi untuk menggali, mengolah, dan menyampaikan potensi Kabupaten Bondowoso melalui narasi yang kreatif, autentik, dan relevan dengan perkembangan media digital.
“Bondowoso memiliki kekayaan potensi lokal yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat diceritakan dari perspektif masyarakatnya sendiri dan dikembangkan menjadi narasi yang kuat, kreatif, serta mampu menjangkau publik yang lebih luas,” ujar Henny Saptatia D.N.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah masyarakat dari sekadar konsumen informasi menjadi produsen konten. Karena itu, masyarakat lokal, khususnya generasi muda, perlu ditempatkan sebagai aktor penting dalam membangun narasi mengenai daerahnya sendiri.
Pendekatan tersebut sejalan dengan desain program pengabdian SPPB UI yang menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dalam proses identifikasi potensi, pengembangan narasi, produksi konten, hingga publikasi. Program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan design thinking, dengan tahapan pemetaan potensi lokal, pelatihan digital storytelling, produksi konten kolaboratif, publikasi, serta evaluasi berbasis data.
Keberadaan tim multidisipliner SPPB UI menjadi kekuatan tersendiri dalam kegiatan ini. Perspektif ekonomi, manajemen, komunikasi, perkotaan, budaya, hubungan internasional, serta kajian strategik dan kewilayahan dipertemukan untuk melihat pembangunan daerah bukan hanya dari sisi promosi, tetapi juga dari aspek identitas, masyarakat, kreativitas, inovasi, dan keberlanjutan.
Mohamad Dian Revindo turut memperkuat dimensi ekonomi dan pengembangan potensi daerah dalam kegiatan ini, sementara anggota tim lainnya membawa kepakaran masing-masing untuk mendukung proses penggalian dan pengembangan potensi Bondowoso menjadi narasi yang dapat dikomunikasikan secara efektif kepada publik.
Bagi SPPB UI, kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah. Program ini juga dirancang sebagai ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat dalam membangun kapasitas lokal.
Program pengabdian tersebut secara khusus diarahkan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, kemampuan produksi konten kreatif, serta membangun ekosistem kolaboratif antargenerasi. Dalam jangka panjang, model yang dikembangkan diharapkan dapat memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan daya saing dan visibilitas Kabupaten Bondowoso di tingkat nasional maupun global.
Kegiatan di Pendopo Kabupaten Bondowoso pada 3 Oktober 2026 menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian program tersebut. Selanjutnya, proses pendampingan, produksi konten, publikasi, dan evaluasi akan terus dikembangkan untuk menghasilkan model community-driven digital storytelling yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dan, pada tahap berikutnya, direplikasi di daerah lain.
Melalui kolaborasi lintas generasi dan lintas disiplin ilmu, SPPB UI mendorong agar masyarakat Bondowoso tidak hanya menjadi objek promosi daerah, tetapi menjadi subjek yang mampu menceritakan, membangun, dan memperkuat identitas daerahnya sendiri.
Tulis Komentar