bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus menunjukkan komitmen nyata dan berkelanjutan dalam mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat tani sekaligus menjaga kelestarian ekosistem lingkungan, yang ditegaskan dalam agenda Sosialisasi Agroforestry dan Pupuk Bersubsidi yang dirangkaikan secara resmi dengan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Agroforestry bertempat di Kantor Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Senin, (02/11/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., serta mempertemukan sinergi lintas sektor antara Pemkab Bondowoso dan Perum Perhutani. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari 391 Petani Hutan setempat yang menjadi garda terdepan pengelolaan kawasan lereng Gunung Ijen.
Dukungan penuh seluruh elemen pimpinan daerah terlihat nyata dari hadirnya jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bondowoso, meliputi Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, Kapolres Bondowoso, Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso, serta Dandim 0822 Bondowoso. Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan kebulatan tekad dalam mengawal penguatan kawasan hutan terpadu dan ketahanan pangan berbasis masyarakat di wilayah Bondowoso.
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Agroforestry ini menjadi tonggak penting dalam sejarah tata kelola kawasan hutan berbasis kemitraan masyarakat di Kabupaten Bondowoso. Melalui skema agroforestry (wanatani), petani hutan diberikan ruang legal dan terstruktur untuk membudidayakan tanaman produktif di lahan hutan tanpa mengesampingkan fungsi utama kelestarian kawasan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bondowoso menyambut baik sinergisitas yang terjalin erat antara Perhutani, Pemkab, dan masyarakat tani. Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi komoditas unggulan lokal, meningkatkan pendapatan petani, serta menjadi solusi preventif terhadap risiko degradasi lingkungan di kawasan hulu Ijen.
Selain penandatanganan kerja sama, dilangsungkan pula sosialisasi pengalokasian dan tata cara penyaluran pupuk bersubsidi secara mendalam. Agenda ini bertujuan memastikan ketersediaan pasokan, ketepatan sasaran penerima, serta kelancaran distribusi pupuk bagi para petani hutan di wilayah Kecamatan Ijen agar musim tanam dapat berjalan optimal.
Sebagai wujud konkrit dukungan pemerintah terhadap produktivitas sektor pertanian dan perkebunan, dalam rangkaian acara tersebut diserahkan bantuan bibit tanaman unggulan yang mencakup total area garapan seluas 340 Hektar, diantaranya Bibit Alpukat yang Diserahkan secara simbolis kepada 2 Koperasi dan 3 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Serta Bibit Kopi Arabika yang diserahkan secara langsung kepada enam Kelompok Tani (Poktan) penanggungjawab kawasan setempat.
Komoditas Kopi Arabika Ijen yang telah dikenal secara internasional, dipadukan dengan komoditas hortikultura unggulan seperti Alpukat, diproyeksikan menjadi motor penggerak baru bagi diversifikasi usaha tani masyarakat kawasan lereng Gunung Ijen.
Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., menekankan pentingnya menjaga keseimbangan harmoni antara pertumbuhan ekonomi rakyat dan fungsi pelestarian alam.
Program agroforestry ini bukan sekadar upaya memanfaatkan lahan semata, melainkan wujud nyata sinergi untuk menghadirkan kesejahteraan bagi 391 petani hutan kita. Dengan pembagian bibit kopi arabika dan alpukat seluas 340 hektar ini, kita berharap dapat memantapkan posisi Ijen sebagai sentra komoditas berkualitas tinggi yang ramah lingkungan. Pemerintah Daerah bersama Forkopimda berkomitmen penuh mendampingi para petani, mulai dari kepastian akses pupuk bersubsidi hingga pengelolaan hasil panen kelak.
Rangkaian kegiatan sosialisasi dan penandatanganan kerja sama ini diakhiri dengan penyerahan bantuan bibit secara simbolis serta peninjauan lapangan bersama jajaran Forkopimda Bondowoso dan pejabat Perum Perhutani.
Tulis Komentar