bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Fatur Rozi, M.Fil.I, menggelar audiensi bersama perwakilan mahasiswa Bondowoso di ruang Sabha Bina Praja, Senin (09/03/2026). Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso untuk membuka ruang dialog transparan terkait isu strategis dan tantangan pembangunan daerah di masa depan.
Dalam audiensi tersebut, Sekda didampingi oleh jajaran pejabat teras Pemkab Bondowoso, termasuk Asisten I, II, dan III, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti BAPPERIDA, BPKAD, Bakesbangpol, Bapenda, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, DLH, Dinas Pendidikan, Dinas Perkim Ciptaru, hingga Dinas Sosial P3AKB.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah dinamika fiskal daerah. Dr. Fatur Rozi memaparkan secara terbuka kondisi keuangan daerah yang mengalami penurunan pendapatan transfer dari pemerintah pusat, yang semula berada di angka Rp1,769 triliun kini menjadi sekitar Rp1,445 triliun.
Menyikapi hal tersebut, Pemkab Bondowoso berkomitmen memperkuat kemandirian fiskal melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tercatat, kontribusi terbesar PAD berasal dari sektor pajak daerah sebesar 41 persen, dengan pertumbuhan mencapai 18,43 persen pada tahun 2025.
Pihaknya optimis pertumbuhan PAD akan terus meningkat di tahun 2026. Namun, perlu kami tegaskan bahwa pemerintah tidak berencana menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Fokus kami adalah optimalisasi sektor pajak dan retribusi potensial lainnya tanpa memberatkan masyarakat secara langsung.
Selain masalah fiskal, Sekda menyoroti pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur fisik dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini berkaitan erat dengan target pemerintah dalam menekan angka kemiskinan yang saat ini berada pada kisaran 12,2 persen.
Menurutnya, infrastruktur memang vital, namun manfaatnya hanya akan maksimal jika didorong oleh kualitas SDM yang mumpuni. "Pembangunan manusia adalah kunci agar roda perekonomian dan kesejahteraan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Bondowoso.
Menutup audiensi tersebut, Dr. Fatur Rozi memberikan apresiasi tinggi atas aspirasi yang disampaikan oleh kalangan mahasiswa. Ia menekankan bahwa mahasiswa bukan sekadar pengamat, melainkan mitra strategis pemerintah.
Mahasiswa memiliki peran vital sebagai agent of science, agent of social control, dan agent of change. Pembangunan hanya akan berhasil jika ada sinergi dan kolaborasi. Kami membuka ruang diskusi seluas-luasnya untuk bersama-sama mengawal pembangunan dengan prinsip transparansi.
Dialog ini diharapkan dapat berlanjut secara berkesinambungan sebagai wadah mencari solusi atas berbagai persoalan di Kabupaten Bondowoso melalui semangat gotong royong antara birokrasi dan akademisi.
Tulis Komentar