bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Pimpinan Perangkat Daerah yang dirangkai dengan kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H bertempat di Sabha Bina Praja, Rabu (01/04/226). Momentum ini menjadi ajang refleksi atas capaian satu tahun kepemimpinan Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., bersama Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, S.E.
Mengusung tema “Optimisme Di Tengah Keterbatasan, Sinergi Kolaborasi Lintas Sektor Mewujudkan Bondowoso Berkah”, Pemkab Bondowoso memaparkan potret keberhasilan pembangunan yang transformatif dan inklusif. Meski dihadapkan pada tantangan fiskal, Bondowoso justru berhasil mencatatkan lompatan signifikan di berbagai sektor strategis.
Keterbatasan bukan alasan untuk stagnasi. Kolaborasi adalah kekuatan utama, dan optimisme harus diwujudkan dalam aksi nyata. Dengan sinergi dan komitmen bersama, Bondowoso Berkah bukan sekadar visi, melainkan masa depan yang sedang kita bangun hari ini.
Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi Bondowoso menunjukkan performa impresif. Produksi padi tercatat melonjak hingga 640.537 ton (naik 38%). Di kancah internasional, kopi kebanggaan Java Ijen Raung berhasil menembus pasar Eropa dan Asia dengan volume ekspor mencapai 1.200 ton.
Dukungan nyata diberikan melalui program inovatif "1 Desa 1 Klinik Pertanian", penyaluran pupuk gratis bagi 4.366 petani tembakau, serta perlindungan bagi 592 petani melalui asuransi pertanian (ASTANI) dan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang masif. Kemandirian fiskal daerah menguat tajam. Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 menembus angka Rp302 miliar, di mana realisasi pajak daerah tumbuh 150,6% dibandingkan tahun 2021 menjadi Rp88 miliar.
Pertumbuhan ekonomi yang stabil di angka 5,32% berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, angka kemiskinan Turun menjadi 12,20% (berhasil mengeluarkan lebih dari 2.910 warga dari garis kemiskinan), pengangguran terbuka berhasil ditekan hingga ke level 2,55%, Investasi SDM: Pendidikan Dan Kesehatan Berbasis Digital.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bondowoso kini berada pada angka 71,72 dengan Angka Harapan Hidup mencapai 73,47 tahun. Hal ini didorong oleh sektor Pendidikan melalui Penyaluran beasiswa sebesar Rp15,9 miliar untuk 37.020 murid, program makan bergizi gratis bagi 44.471 siswa, serta digitalisasi di ratusan sekolah (PAUD, SD, SMP) melalui panel interaktif.
Kesehatan: Prevalensi stunting turun drastis menjadi 11,2%. Layanan kesehatan kini semakin inklusif dengan capaian Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98,84%, didukung revitalisasi puskesmas dan laboratorium kesehatan daerah.
Konektivitas wilayah diperkuat melalui program Bondowoso Menyala yang memperbaiki 1.046 titik PJU serta pembangunan akses distribusi desa. Di sisi lain, tata kelola birokrasi beralih ke sistem digital guna memangkas prosedur yang berbelit.
Pemerintah telah menyediakan 13 titik wifi publik, 29 titik CCTV, dan berbagai aplikasi layanan seperti SATU-PADU, E-LANDUK, dan Bondowoso Satu Data. Komitmen keterbukaan informasi ini membuahkan predikat WTP (WTP Report) serta penghargaan sebagai Badan Publik Informatif.
Ketahanan daerah terhadap bencana semakin terukur dengan penurunan Indeks Risiko Bencana (IRB) menjadi 104,16. Sementara itu, sektor pariwisata yang mulai terintegrasi dengan investasi hijau mencatatkan 700.866 kunjungan, meningkat 11,9%.
Berbagai capaian tersebut telah mengantarkan Bondowoso meraih apresiasi bergengsi, mulai dari Leader Award hingga Penghargaan Puspaga Utama dari Kementerian PPPA RI.
Menutup kegiatan Rapat Koordinasi dan Halal Bihalal tersebut, Bupati menekankan bahwa fondasi yang telah dibangun selama setahun terakhir akan terus diperkokoh. Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen memastikan setiap rupiah anggaran memberikan dampak nyata, demi mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri, religius, dan sejahtera dalam bingkai Bondowoso Berkah.
Tulis Komentar