bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Gebyar Ekonomi Santri 2026 pada hari Rabu, 4 November 2026, acara yang telah berlangsung selama sepekan penuh ini ditutup secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I, yang hadir mewakili Bupati Bondowoso, rabu, (04/11/2026).
Acara penutupan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting pemerintahan dan masyarakat daerah. Turut mendampingi dalam acara tersebut para Asisten, Staf Ahli, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Bank Jatim, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bondowoso, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, serta tokoh-tokoh terkemuka dari Nahdlatul Ulama (NU). Kehadiran para pemangku kebijakan ini menunjukkan bentuk dukungan nyata terhadap penguatan ekonomi kerakyatan berbasis pesantren di Kabupaten Bondowoso.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I, menyampaikan apresiasi yang mendalam dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso atas terselenggaranya kegiatan ini. Pihaknya menegaskan bahwa Gebyar Ekonomi Santri bukan sekadar ajang promosi atau wadah pameran transaksi ekonomi semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk membuktikan bahwa para santri memiliki kemampuan dan kapasitas yang nyata sebagai penggerak ekonomi umat serta penggerak ekonomi masyarakat secara luas.
Oleh karena itu, sinergitas yang kuat antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso mutlak diperlukan. Kolaborasi ini menjadi keharusan agar bersama-sama mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, yang juga menjadi salah satu misi utama Bupati Bondowoso. Pemerintah mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama mewujudkan "Bondowoso Berkah" melalui peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Sekda juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Bank Jatim yang telah memberikan keluasan dan keluwesan akses pembiayaan bagi para pelaku usaha. Kendati demikian, akses finansial tersebut tetap perlu diimbangi dengan penguatan kapasitas, peningkatan kualitas, serta jiwa entrepreneurship (kewirausahaan) di kalangan santri. Tidak kalah penting, para santri juga dibimbing agar mampu mengelola akses pembiayaan tersebut secara amanah, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintah meyakini dan mempercayai bahwa santri tidak hanya berperan sebagai penjaga nilai-nilai luhur dan tradisi luhur bangsa—sebagaimana yang telah ditauladankan oleh para ulama—tetapi santri masa kini juga mampu mewujudkan ekonomi bangsa menjadi ekonomi yang maju, berkeadilan, dan inklusif.
Sebagai bentuk apresiasi penutup, ucapan terima kasih turut disampaikan kepada pihak BPN yang telah memfasilitasi proses sertifikasi selama kegiatan berlangsung. Pembangunan di Kabupaten Bondowoso dinilai tidak dapat berjalan secara sektoral saja, melainkan harus diwujudkan melalui kerja sama sinergis kolaborasi lintas sektor.
Harapannya ke depan, sinergitas antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, serta organisasi sosial keagamaan khususnya NU, dapat terus ditingkatkan dan dipelihara. Dengan begitu, Bondowoso dapat benar-benar mewujudkan diri sebagai daerah yang tangguh, unggul, berdaya saing global, serta berbudaya dalam bingkai keimanan dan ketakwaan.
Meskipun kegiatan seremonial penutupan malam ini telah usai, pembinaan dan pendampingan terhadap UMKM serta usaha mikro kecil dan menengah menengah yang diinisiasi oleh santri tidak akan berhenti sampai di sini. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi agar ekonomi santri di Bondowoso terus bertumbuh, berkembang, maju, dan mandiri.
Tulis Komentar