bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik, Nanik S. Deyang, memberikan instruksi tegas mengenai pentingnya komitmen seluruh elemen dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagai salah satu pilar program prioritas Presiden Republik Indonesia, dalam kegiatan Pembinaan dan Evaluasi Satuan Pelayanan BGN, di Hotel Ijen View, Bondowoso, Senin, (26/01/2025).
Acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi BGN, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, unsur Forkopimda, serta mitra strategis terkait lainnya.
Kegiatan ini merupakan keseriusan dalam tata kelola dan operasional Program MBG yang menjadi harga mati demi keberlangsungan program dan kualitas SDM masa depan.
Dalam arahannya, Wakil Kepala BGN menekankan dua poin krusial bagi seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pertama, menginstruksikan agar setiap unit menjaga standar dapur sehat dan memastikan seluruh fasilitas yang diberikan negara hanya digunakan murni untuk kepentingan program MBG.
Kedua, memberikan peringatan keras terkait akurasi pelaporan di lapangan. Ia melarang adanya praktik manipulasi data yang menciptakan kesan seolah-olah program berjalan baik di atas kertas, namun kenyataannya berbanding terbalik.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali Kepala Satuan Pelayanan, yayasan, dan mitra dengan pemahaman mendalam mengenai mekanisme, regulasi, prosedur, serta rencana kerja yang ketat. Hingga saat ini, data menunjukkan perlunya akselerasi operasional, di wilayah kerja Kabupaten Bondowoso. Tercatat ada 95 unit SPPG, dengan 62 unit telah terisi personil dan 43 unit yang sudah operasional.
Evaluasi ini menjadi ruang strategis untuk mengidentifikasi kendala teknis dan memperkuat sistem pemantauan lintas sektor demi memastikan seluruh unit segera mencapai kapasitas operasional penuh.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso menyatakan komitmen penuhnya melalui penguatan koordinasi dan pengawasan. Bupati Bondowoso, H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., menegaskan bahwa MBG adalah investasi jangka panjang untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas tumbuh kembang generasi penerus.
Lebih dari sekadar program kesehatan, Bupati menyoroti potensi ekonomi besar bagi masyarakat Bondowoso. Sektor pertanian, peternakan, dan pangan lokal diharapkan menjadi pemasok utama dalam rantai pasok MBG.
Pelaksanaan program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga harus menggerakkan ekonomi lokal dengan memberdayakan petani, peternak, dan UMKM pangan kita sendiri.
Turut hadir dalam forum strategis ini, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro, S.IP., M.Han., M.Sc.. Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Safi’i, S.E. Sekretaris Daerah, Dr. H. Fathur Rozi M. Fil.I., Perwakilan Balai Besar POM Jember, Yayasan, Mitra, serta Koordinator Wilayah SPPG Provinsi Jawa Timur.
Melalui sinergi antara Badan Gizi Nasional dan Pemerintah Daerah, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Jawa Timur dapat menjadi percontohan nasional dalam aspek transparansi, akuntabilitas, dan dampak ekonomi sosial.
Tulis Komentar