bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Haamid Wahid, M.Ag., secara resmi membuka Musyawarah Daerah (MUSDA) X Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bondowoso yang berlangsung khidmat di Pendopo Raden Bagus Assra Bondowoso, Rabu, (07/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema "Meneguhkan Peran Ulama untuk Mewujudkan Kemaslahatan Ummat dan Kesejahteraan Rakyat" tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan organisasi keagamaan seperti PCNU dan PD Muhammadiyah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso Dr. H. Ali Mahrus, S.Ag., M.HI., Ketua MUI Bondowoso KH. Asy'ari Fasya, L.C., serta jajaran pengurus MUI dari tingkat kabupaten hingga kecamatan se-Kabupaten Bondowoso. Turut hadir pula Ketua Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Abdul Halim Soebahar, MA.
Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso mengapresiasi tingginya dedikasi dan pengabdian para ulama serta purna tugas kepengurusan MUI periode 2021–2026 yang telah konsisten membimbing umat serta menjaga ketenteraman di tengah masyarakat. Menurutnya, purna tugas kepengurusan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan gerbang pengabdian yang lebih luas.
Kabupaten Bondowoso biasa kita kenal dengan aroma Republik Kopi dan udaranya yang adem. Namun sejatinya, kehangatan daerah kita ada pada dawuh dan keteladanan para kiai. Jika seruputan kopi bisa menyegarkan badan, maka petuah sejuk para ulama adalah penentram jiwa sekaligus penguat gerak langkah kita dalam membangun Kabupaten Bondowoso.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa keberadaan MUSDA X MUI ini menjadi ikhtiar bersama agar arah pembangunan daerah tetap memegang teguh nilai-nilai spiritual dan keagamaan. Hal ini sejalan dengan visi besar daerah dalam RPJMD 2025–2029, yaitu mewujudkan Bondowoso yang tangguh, unggul, berdaya saing global, dan berbudaya dalam bingkai keimanan dan ketakwaan.
Bupati menuturkan bahwa kerja keras pemerintah dalam membenahi ekonomi, membangun infrastruktur jalan, hingga mencetak SDM unggul tidak akan lengkap tanpa fondasi akhlak dari para ulama. Oleh karena itu, ulama dan umara harus terus berjalan bergandengan tangan untuk menjaga tradisi serta kearifan lokal demi kemaslahatan masyarakat Bondowoso.
Diharapkan musyawarah hari ini berjalan guyub, rukun, serta melahirkan gagasan-gagasan terobosan dan kepengurusan baru yang semakin solid untuk membawa Bondowoso makin sejahtera dan berkah.
Musyawarah Daerah ke-X ini juga menjadi momentum penting penetapan kepengurusan baru MUI Kabupaten Bondowoso Periode 2026–2031, di mana Drs. KH. Junaidi Mu'thi resmi dilantik sebagai Ketua MUI Kabupaten Bondowoso untuk lima tahun ke depan. Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Wakil Bupati As'ad Yahya Syafi'i, S.E., menyampaikan selamat atas dilantiknya kepengurusan baru dan siap terus berjalan beriringan dengan MUI demi kemajuan umat dan daerah.
Tulis Komentar