bondowosokab.go.id, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar Khotmil Quran dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pendopo Raden Bagus Assra, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan, sekaligus meneguhkan sinergi ulama dan umara untuk mewujudkan pembangunan daerah yang berlandaskan keimanan dan keberkahan.
Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., hadir bersama Sekretaris Daerah Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I., Ketua DPRD H. Achmad Dhafir, S.H., M.H., Rais Syuriah PCNU Bondowoso KH. Abdul Qodir Syam, para staf ahli bupati, asisten, kepala perangkat daerah, kepala bagian di lingkungan Setda, camat se-Kabupaten Bondowoso, serta para peserta Khotmil Quran.
Hadir pula sebagai penceramah KH. Muhammad Kholil As'ad Syamsul Arifin, pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo, yang memberikan tausiah dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Khotmil Quran sebagai penutup rangkaian pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran yang telah dilaksanakan sebelumnya. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni atau agenda rutin, melainkan kesempatan berharga untuk menata hati dan memperkuat spiritualitas di tengah kesibukan menjalankan tugas.
Pihaknya mengibaratkan penyelenggaraan pemerintahan seperti mengarungi lautan. Dalam perjalanan tersebut, pemerintah tidak selalu menghadapi situasi yang tenang, tetapi juga berbagai tantangan, kritik, serta persoalan yang membutuhkan kebijaksanaan dalam penyelesaiannya.
Bupati menegaskan, nilai-nilai Al-Quran perlu menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan kebijakan. Dengan demikian, langkah pembangunan tidak hanya berorientasi pada pencapaian program, tetapi juga dilandasi niat baik, kejujuran, kepedulian, dan empati terhadap masyarakat.
Lebih lanjut, pihaknya menekankan bahwa kemajuan Kabupaten Bondowoso merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dibebankan hanya kepada kepala daerah maupun jajaran aparatur pemerintah. Dukungan masyarakat, peran tokoh agama, serta bimbingan para ulama menjadi bagian penting dalam menguatkan arah pembangunan daerah.
Menurutnya, nasihat dan doa para ulama merupakan pegangan sekaligus pengingat bagi pemerintah agar senantiasa menjalankan amanah dengan baik. Sinergi antara ulama dan umara, yang didukung kerja keras seluruh elemen masyarakat, diyakini dapat memperkuat upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang penuh keberkahan.
Bupati juga berharap semangat Khotmil Quran tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Nilai-nilai ketenangan, kejujuran, kedisiplinan, dan kebaikan yang terkandung dalam Al-Quran diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, baik di lingkungan pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini, Pemkab Bondowoso mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat kecintaan terhadap Al-Quran, memperkuat persatuan, serta menjaga kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat demi terwujudnya Bondowoso yang religius, harmonis, dan berkah.
Tulis Komentar